Kamis, 06 Agustus 2009

Pengajaran Dari Nabi Nuh As

Pengajaran Dari Nabi Nuh As


Marilah kita perhatikan bagaimana Allah mengutus Rosul-Rosul-Nya, dan ingatlah akan kisah Nabi Nuh A.S yang Allah terangkan kepada kita dengan ayat-ayat-Nya yang firman-Nya :

Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu dia berkata : " Hai kaumku, sembahlah Allah tidak ada Tuhan bagimu selain Dia, sesungguhnya aku khawatir atasmu (akan ditimpa) azab di hari besar." (Q.S 7 : 59).
Berkatalah pemuka-pemuka dari kaumnya : " (Hai Nuh), sesungguhnya kami memandang kamu dalam kesesatan yang nyata.” (Q.S 7 : 60).
Nuh berkata : " Hai kaumku, tidaklah aku dalam kesesatan, akan tetapi aku utusan Tuhan semesta alam." (Q.S 7 : 61).
(Maka) aku sampaikan risalah (kekuasaan) Tuhanku kepadamu, dan aku nasehatkan kepadamu, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tidak mengetahui. (Q.S 7 : 62).
Apakah kamu heran bahwa kamu telah kedatangan peringatan dari Tuhanmu dengan (melalui) seorang laki-laki yang ada diantara kamu, agar dia memberi peringatan kepadamu dan agar kamu bertakwa (kepada Allah) supaya kamu diberi rahmat (dari sisi-Nya) ? (Q.S 7 : 63).
Maka berkatalah pemuka-pemuka yang kafir dari kaumnya :” Tidaklah lain dia kecuali seorang manusia seperti kamu, dia menghendaki lebih tinggi atas kamu, dan sekiranya Allah menghendaki (agar kami menyembah Allah), tentu Dia menurunkan Malaikat. (Dan) kami belum pernah mendengar (seruan orang yang menyeru kami agar menyembah Allah, dan demikian pula) bapak-bapak kami yang terdahulu (bahwa merekapun belum pernah mendengar seruan) ini.“ (Q.S. 23 : 24).
Tidaklah lain dia kecuali seorang laki-laki yang gila dengan (seruan)nya, maka tunggulah (kejadian)nya sampai suatu waktu. (Q.S. 23 : 25).
Nuh berdo’a :” Yaa Tuhanku, tolonglah aku karena mereka mendustakan aku.” (Q.S. 23 : 26).
Lalu Kami wahyukan kepada Nuh :” Buatlah perahu dengan pengawasan Kami dan petunjuk Kami, maka apabila datang perintah Kami dan Tanur telah memancarkan air, maka masukkanlah kedalam perahu sepasang (binatang ternak) dari tiap-tiap (jenis), dan (demikian pula) keluargamu, kecuali orang diantara mereka yang telah terlebih dahulu ditetapkan (azab) atasnya. Dan janganlah kamu membicarakan tentang orang-orang dzalim kepada-Ku, karena sesungguhnya mereka akan ditenggelamkan.” (Q.S. 23 : 27).
Maka apabila kamu dan orang yang bersamamu telah berada diatas perahu, maka ucapkanlah :” Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari kaum yang dzalim. “(Q.S. 23 : 28).
Dan Nuh berdo’a :” Yaa Tuhanku, turunkanlah aku di tempat yang Engkau berkati, dan Engkau sebaik-baiknya pemberi tempat.” (Q.S. 23 : 29).
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar (terdapat) tanda-tanda (kekuasaan Kami) dan sesungguhnya azab itu akan Kami timpakan (atas orang-orang dzalim). (Q.S. 23 : 30).

Wahai hamba-hamba Allah yang dimuliakan,

Itulah kisah Nabi Nuh AS yang Allah terangkan kepada kita dengan ayat-ayat-Nya. Yaitu sesungguhnya Allah telah mengutus Nabi Nuh A.S kepada kaumnya, lalu beliau berkata : " Hai kaumku, sembahlah Allah tidak ada Tuhan bagimu selain Dia, sesungguhnya aku khawatir atasmu akan ditimpa azab di hari besar." Berkatalah pemuka-pemuka dari kaumnya : " Hai Nuh, sesungguhnya kami memandang kamu dalam kesesatan yang nyata.”

Wahai saudaraku yang seagama, bagaimana seandainya kita diajak menyembah Allah dalam melakukan sholat, kemudian kita mengira bahwa ajakan itu tersesat, sehingga kita tidak mau menyembah Allah dalam melakukan sholat, maka apakah kita tidak akan ditimpa azab di hari besar ?

Beliau berkata : " Hai kaumku, tidaklah aku dalam kesesatan, akan tetapi aku utusan Allah yang diutus kepadamu supaya aku menyeru kamu agar kamu menyembah Allah." Dan aku sampaikan risalah kekuasaan Tuhanku kepadamu, agar kamu tidak mempersamakan Allah dengan sesuatu dalam penyembahanmu itu, dan aku nasehatkan itu kepadamu supaya kamu selamat, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tidak mengetahui. Apakah kamu heran bahwa kamu telah kedatangan peringatan dari Tuhanmu dengan melalui seorang laki-laki yang ada diantara kamu, agar dia memberi peringatan kepadamu dan agar kamu bertakwa kepada Allah supaya kamu diberi rahmat dari sisi-Nya ?

Wahai saudaraku yang seagama, sungguh beliau itu tidak tersesat melainkan beliau utusan Allah yang disuruh menyeru kita agar kita menyembah Allah dalam melakukan sholat, dan supaya beliau menyampaikan risalah kekuasaan Allah kepada kita, sebagaimana yang Allah perintahkan kepada beliau dengan ayat-Nya yang firman-Nya :

Hai Rosul, sampaikanlah apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, dan jika kamu tidak mengerjakannya, maka (berarti) kamu tidak mau menyampaikan risalah (kekuasaan Tuhanmu). Dan (janganlah kamu takut kepada mereka, karena) Allah akan memelihara kamu dari (gangguan) manusia, dan sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir. (Q.S 5 : 67).

Wahai saudaraku yang seagama, itulah sebagai bukti dari perintah Allah yang telah Allah perintahkan kepada Rosul-Nya, yaitu supaya beliau menyampaikan risalah kekuasaan Allah kepada kita, agar kita tidak mempersamakan Allah dengan kekuasan-Nya yang telah Allah ciptakan dilangit dan dibumi, apabila kita sujud menyembah Allah ketika sholat. Itulah yang Allah nasehatkan kepada kita supaya kita selamat dari azab-Nya. maka sembahlah Allah apabila kita sujud ketika sholat. Dan apakah kita heran bahwa kita telah kedatangan peringatan dari sisi Allah dengan melalui seorang laki-laki yang ada diantara kita, agar dia memberi peringatan kepada kita dan agar kita bertakwa kepada Allah dengan menyembah-Nya, supaya kita diberi rahmat dari sisi-Nya ?

Sungguh yang demikian itu Allah Maha Kuasa, dan sungguh jika Allah menghendaki untuk menjadikan seorang pemberi peringatan dari orang yang ada diantara kita, maka yang demikian itu Allah hanya mengatakan kepadanya : Jadilah, maka jadilah ia seorang pemberi peringatan yang mengingatkan kita.

Maka sesudah itu berkatalah pemuka-pemuka yang kafir dari kaumnya :” Tidaklah lain dia kecuali seorang manusia seperti kamu, dia menghendaki lebih tinggi atas kamu, dan sekiranya Allah menghendaki agar kami menyembah Allah, tentu Dia menurunkan Malaikat. Dan kami belum pernah mendengar seruan orang yang menyeru kami agar menyembah Allah dalam melakukan sholat, dan demikian pula bapak-bapak kami yang terdahulu, bahwa merekapun belum pernah mendengar seruan ini.“ Tidaklah lain dia kecuali seorang laki-laki yang gila dengan seruannya, maka tunggulah kejadiannya sampai suatu waktu.

Wahai saudaraku yang seagama, sungguh orang yang mengajak kita agar kita menyembah Allah dalam melakukan sholat itu, benar-benar dia seorang manusia seperti kita, dan dia tidak menghendaki lebih tinggi atas kita, melainkan dia hanya sebatas menjalankan perintah Allah yang telah Allah perintahkan kepadanya. Dan janganlah kita mengira jika Allah menghendaki agar kita menyembah Allah dalam melakukan sholat, tentu Allah menurunkan Malaikat. Adapun yang demikian itu karena Allah Maha Kuasa untuk menjadikan seorang pemberi peringatan dari orang yang ada diantara kita, dan sungguh tidaklah Allah menurunkan Malaikat melainkan dia supaya mencabut nyawa kita, maka sesudah itu putuslah urusan kita dalam kehidupan dunia ini.

Dan jika kita benar-benar belum pernah mendengar seruan orang yang mengajak kita agar menyembah Allah dalam melakukan sholat, dan demikian pula bapak-bapak kita yang terdahulu, bahwa merekapun benar-benar belum pernah mendengar seruan orang yang mengajak mereka agar menyembah Allah dalam melakukan sholat, Maka janganlah kita menganggap orang yang menyeru kita itu bahwa dia orang gila, sehingga kita tidak mau memperdulikan seruannya karena yang menyerunya itu orang gila.

Beliau berdo’a :” Yaa Tuhanku, tolonglah aku karena mereka mendustakan aku.” Kemudian Allah wahyukan kepada Nabi Nuh A.S :” Buatlah perahu dengan pengawasan Kami dan petunjuk Kami, maka apabila datang perintah Kami dan Tanur telah memancarkan air, maka masukkanlah kedalam perahu sepasang binatang ternak dari tiap-tiap jenis, dan demikian pula keluargamu, kecuali orang diantara mereka yang telah terlebih dahulu ditetapkan azab atasnya. Dan janganlah kamu membicarakan tentang orang-orang dzalim kepada-Ku, karena sesungguhnya mereka akan ditenggelamkan.” Maka apabila kamu dan orang yang bersamamu telah berada diatas perahu, maka ucapkanlah :” Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari kaum yang dzalim. “

Kemudian beliau berdo’a :” Yaa Tuhanku, turunkanlah aku di tempat yang Engkau berkati, dan Engkau sebaik-baiknya pemberi tempat.” Allah berfirman : Hai Nuh, sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Kami dan sesungguhnya azab itu akan Kami timpakan atas orang-orang dzalim.

Wahai saudaraku yang seagama, bagaimana seandainya kita berbuat dzalim terhadap orang yang menyeru kita dengan menganggap dia orang gila, sehingga kita tidak mau memperdulikan seruannya karena yang menyerunya itu orang gila. Maka apakah kita tidak termasuk orang-orang yang akan ditimpa azab ? Dan yang demikian itu karena Allah telah menentukan bahwa azab itu akan ditimpakan atas orang-orang dzalim, dan Allah Maha Kuasa untuk mengazabnya.

Dan apakah benar kita ini belum pernah mendengar seruan orang yang menyeru kita agar menyembah Allah dalam melakukan sholat ? Jika benar, sungguh yang demikian itu bahwa Allah telah menumbuhkan generasi penerus untuk meneruskan perjuangan Rosul-Rosul-Nya, supaya dia menyeru kita agar kita menyembah Allah dalam melakukan sholat, dan supaya dia menyampaikan risalah kekuasaan Allah kepada kita, agar kita tidak mempersamakan Allah dengan sesuatu dalam penyembahan kita kepada Allah. Yaitu sebagaimana yang Allah terangkan kepada kita dengan ayat-ayat-Nya yang firman-Nya :

Kemudian sesudah itu Kami tumbuhkan generasi yang lain. (Q.S. 23 : 31).
Lalu Kami utus kepada mereka seorang Rosul dari (orang) yang ada diantara mereka (supaya dia berkata) :” Sembahlah Allah tidak ada Tuhan bagimu selain Dia, maka apakah kamu tidak akan bertaqwa (kepada Allah) ?.” (Q.S. 23 : 32).
Dan berkatalah pemuka-pemuka yang kafir dari kaumnya, dan mereka mendustakan pertemuan hari akhirat, dan Kami telah memberi (kedudukan) yang mewah kepada mereka dalam kehidupan dunia :” Tidaklah lain dia ini kecuali seorang manusia seperti kamu, dia makan dari apa yang kamu makan padanya, dia minum dari apa yang kamu minum.“ (Q.S. 23 : 33).
Dan jika kamu menta’ati manusia seperti kamu, sungguh jika demikian niscaya kamu (termasuk) orang-orang yang rugi. (Q.S. 23 : 34).
Apakah dia menjanjikan kepadamu, bahwasanya apabila kamu mati dan kamu telah menjadi tanah dan tulang, sesungguhnya kamu akan di keluarkan (dari kubur menjadi makhluk yang baru)?.” (Q.S. 23 : 35).
Jauh, jauh sekali (dari kenyataan) yang dia janjikan kepadamu. (Q.S. 23 : 36).
Tidaklah lain kehidupan kita ini kecuali didunia kita mati dan (didunia) kita hidup, dan kita tidak akan dibangkitkan. (Q.S. 23 : 37).
Tidaklah lain dia kecuali seorang laki-laki yang mengadakan kedustaan kepada Allah, dan kami tidak percaya kepadanya. (Q.S. 23 : 38).
Rosul berdo’a:” Yaa Tuhanku, tolonglah aku karena mereka mendustakan aku.” (Q.S. 23 : 39).
Allah berfirman :” Dalam waktu sedikit, sungguh mereka akan menjadi orang-orang yang menyesal.“ (Q.S. 23 : 40).
Lalu mereka ditimpa suara yang mengguntur dengan sebenarnya, lalu Kami jadikan mereka (seperti) sampah daun kering (yang berserakan), maka jauhilah kaum yang dzalim itu. (Q.S
. 23 : 41).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar