Kamis, 06 Agustus 2009

Pengajaran Dari Nabi Nuh As

Pengajaran Dari Nabi Nuh As


Marilah kita perhatikan bagaimana Allah mengutus Rosul-Rosul-Nya, dan ingatlah akan kisah Nabi Nuh A.S yang Allah terangkan kepada kita dengan ayat-ayat-Nya yang firman-Nya :

Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu dia berkata : " Hai kaumku, sembahlah Allah tidak ada Tuhan bagimu selain Dia, sesungguhnya aku khawatir atasmu (akan ditimpa) azab di hari besar." (Q.S 7 : 59).
Berkatalah pemuka-pemuka dari kaumnya : " (Hai Nuh), sesungguhnya kami memandang kamu dalam kesesatan yang nyata.” (Q.S 7 : 60).
Nuh berkata : " Hai kaumku, tidaklah aku dalam kesesatan, akan tetapi aku utusan Tuhan semesta alam." (Q.S 7 : 61).
(Maka) aku sampaikan risalah (kekuasaan) Tuhanku kepadamu, dan aku nasehatkan kepadamu, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tidak mengetahui. (Q.S 7 : 62).
Apakah kamu heran bahwa kamu telah kedatangan peringatan dari Tuhanmu dengan (melalui) seorang laki-laki yang ada diantara kamu, agar dia memberi peringatan kepadamu dan agar kamu bertakwa (kepada Allah) supaya kamu diberi rahmat (dari sisi-Nya) ? (Q.S 7 : 63).
Maka berkatalah pemuka-pemuka yang kafir dari kaumnya :” Tidaklah lain dia kecuali seorang manusia seperti kamu, dia menghendaki lebih tinggi atas kamu, dan sekiranya Allah menghendaki (agar kami menyembah Allah), tentu Dia menurunkan Malaikat. (Dan) kami belum pernah mendengar (seruan orang yang menyeru kami agar menyembah Allah, dan demikian pula) bapak-bapak kami yang terdahulu (bahwa merekapun belum pernah mendengar seruan) ini.“ (Q.S. 23 : 24).
Tidaklah lain dia kecuali seorang laki-laki yang gila dengan (seruan)nya, maka tunggulah (kejadian)nya sampai suatu waktu. (Q.S. 23 : 25).
Nuh berdo’a :” Yaa Tuhanku, tolonglah aku karena mereka mendustakan aku.” (Q.S. 23 : 26).
Lalu Kami wahyukan kepada Nuh :” Buatlah perahu dengan pengawasan Kami dan petunjuk Kami, maka apabila datang perintah Kami dan Tanur telah memancarkan air, maka masukkanlah kedalam perahu sepasang (binatang ternak) dari tiap-tiap (jenis), dan (demikian pula) keluargamu, kecuali orang diantara mereka yang telah terlebih dahulu ditetapkan (azab) atasnya. Dan janganlah kamu membicarakan tentang orang-orang dzalim kepada-Ku, karena sesungguhnya mereka akan ditenggelamkan.” (Q.S. 23 : 27).
Maka apabila kamu dan orang yang bersamamu telah berada diatas perahu, maka ucapkanlah :” Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari kaum yang dzalim. “(Q.S. 23 : 28).
Dan Nuh berdo’a :” Yaa Tuhanku, turunkanlah aku di tempat yang Engkau berkati, dan Engkau sebaik-baiknya pemberi tempat.” (Q.S. 23 : 29).
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar (terdapat) tanda-tanda (kekuasaan Kami) dan sesungguhnya azab itu akan Kami timpakan (atas orang-orang dzalim). (Q.S. 23 : 30).

Wahai hamba-hamba Allah yang dimuliakan,

Itulah kisah Nabi Nuh AS yang Allah terangkan kepada kita dengan ayat-ayat-Nya. Yaitu sesungguhnya Allah telah mengutus Nabi Nuh A.S kepada kaumnya, lalu beliau berkata : " Hai kaumku, sembahlah Allah tidak ada Tuhan bagimu selain Dia, sesungguhnya aku khawatir atasmu akan ditimpa azab di hari besar." Berkatalah pemuka-pemuka dari kaumnya : " Hai Nuh, sesungguhnya kami memandang kamu dalam kesesatan yang nyata.”

Wahai saudaraku yang seagama, bagaimana seandainya kita diajak menyembah Allah dalam melakukan sholat, kemudian kita mengira bahwa ajakan itu tersesat, sehingga kita tidak mau menyembah Allah dalam melakukan sholat, maka apakah kita tidak akan ditimpa azab di hari besar ?

Beliau berkata : " Hai kaumku, tidaklah aku dalam kesesatan, akan tetapi aku utusan Allah yang diutus kepadamu supaya aku menyeru kamu agar kamu menyembah Allah." Dan aku sampaikan risalah kekuasaan Tuhanku kepadamu, agar kamu tidak mempersamakan Allah dengan sesuatu dalam penyembahanmu itu, dan aku nasehatkan itu kepadamu supaya kamu selamat, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tidak mengetahui. Apakah kamu heran bahwa kamu telah kedatangan peringatan dari Tuhanmu dengan melalui seorang laki-laki yang ada diantara kamu, agar dia memberi peringatan kepadamu dan agar kamu bertakwa kepada Allah supaya kamu diberi rahmat dari sisi-Nya ?

Wahai saudaraku yang seagama, sungguh beliau itu tidak tersesat melainkan beliau utusan Allah yang disuruh menyeru kita agar kita menyembah Allah dalam melakukan sholat, dan supaya beliau menyampaikan risalah kekuasaan Allah kepada kita, sebagaimana yang Allah perintahkan kepada beliau dengan ayat-Nya yang firman-Nya :

Hai Rosul, sampaikanlah apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, dan jika kamu tidak mengerjakannya, maka (berarti) kamu tidak mau menyampaikan risalah (kekuasaan Tuhanmu). Dan (janganlah kamu takut kepada mereka, karena) Allah akan memelihara kamu dari (gangguan) manusia, dan sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir. (Q.S 5 : 67).

Wahai saudaraku yang seagama, itulah sebagai bukti dari perintah Allah yang telah Allah perintahkan kepada Rosul-Nya, yaitu supaya beliau menyampaikan risalah kekuasaan Allah kepada kita, agar kita tidak mempersamakan Allah dengan kekuasan-Nya yang telah Allah ciptakan dilangit dan dibumi, apabila kita sujud menyembah Allah ketika sholat. Itulah yang Allah nasehatkan kepada kita supaya kita selamat dari azab-Nya. maka sembahlah Allah apabila kita sujud ketika sholat. Dan apakah kita heran bahwa kita telah kedatangan peringatan dari sisi Allah dengan melalui seorang laki-laki yang ada diantara kita, agar dia memberi peringatan kepada kita dan agar kita bertakwa kepada Allah dengan menyembah-Nya, supaya kita diberi rahmat dari sisi-Nya ?

Sungguh yang demikian itu Allah Maha Kuasa, dan sungguh jika Allah menghendaki untuk menjadikan seorang pemberi peringatan dari orang yang ada diantara kita, maka yang demikian itu Allah hanya mengatakan kepadanya : Jadilah, maka jadilah ia seorang pemberi peringatan yang mengingatkan kita.

Maka sesudah itu berkatalah pemuka-pemuka yang kafir dari kaumnya :” Tidaklah lain dia kecuali seorang manusia seperti kamu, dia menghendaki lebih tinggi atas kamu, dan sekiranya Allah menghendaki agar kami menyembah Allah, tentu Dia menurunkan Malaikat. Dan kami belum pernah mendengar seruan orang yang menyeru kami agar menyembah Allah dalam melakukan sholat, dan demikian pula bapak-bapak kami yang terdahulu, bahwa merekapun belum pernah mendengar seruan ini.“ Tidaklah lain dia kecuali seorang laki-laki yang gila dengan seruannya, maka tunggulah kejadiannya sampai suatu waktu.

Wahai saudaraku yang seagama, sungguh orang yang mengajak kita agar kita menyembah Allah dalam melakukan sholat itu, benar-benar dia seorang manusia seperti kita, dan dia tidak menghendaki lebih tinggi atas kita, melainkan dia hanya sebatas menjalankan perintah Allah yang telah Allah perintahkan kepadanya. Dan janganlah kita mengira jika Allah menghendaki agar kita menyembah Allah dalam melakukan sholat, tentu Allah menurunkan Malaikat. Adapun yang demikian itu karena Allah Maha Kuasa untuk menjadikan seorang pemberi peringatan dari orang yang ada diantara kita, dan sungguh tidaklah Allah menurunkan Malaikat melainkan dia supaya mencabut nyawa kita, maka sesudah itu putuslah urusan kita dalam kehidupan dunia ini.

Dan jika kita benar-benar belum pernah mendengar seruan orang yang mengajak kita agar menyembah Allah dalam melakukan sholat, dan demikian pula bapak-bapak kita yang terdahulu, bahwa merekapun benar-benar belum pernah mendengar seruan orang yang mengajak mereka agar menyembah Allah dalam melakukan sholat, Maka janganlah kita menganggap orang yang menyeru kita itu bahwa dia orang gila, sehingga kita tidak mau memperdulikan seruannya karena yang menyerunya itu orang gila.

Beliau berdo’a :” Yaa Tuhanku, tolonglah aku karena mereka mendustakan aku.” Kemudian Allah wahyukan kepada Nabi Nuh A.S :” Buatlah perahu dengan pengawasan Kami dan petunjuk Kami, maka apabila datang perintah Kami dan Tanur telah memancarkan air, maka masukkanlah kedalam perahu sepasang binatang ternak dari tiap-tiap jenis, dan demikian pula keluargamu, kecuali orang diantara mereka yang telah terlebih dahulu ditetapkan azab atasnya. Dan janganlah kamu membicarakan tentang orang-orang dzalim kepada-Ku, karena sesungguhnya mereka akan ditenggelamkan.” Maka apabila kamu dan orang yang bersamamu telah berada diatas perahu, maka ucapkanlah :” Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari kaum yang dzalim. “

Kemudian beliau berdo’a :” Yaa Tuhanku, turunkanlah aku di tempat yang Engkau berkati, dan Engkau sebaik-baiknya pemberi tempat.” Allah berfirman : Hai Nuh, sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Kami dan sesungguhnya azab itu akan Kami timpakan atas orang-orang dzalim.

Wahai saudaraku yang seagama, bagaimana seandainya kita berbuat dzalim terhadap orang yang menyeru kita dengan menganggap dia orang gila, sehingga kita tidak mau memperdulikan seruannya karena yang menyerunya itu orang gila. Maka apakah kita tidak termasuk orang-orang yang akan ditimpa azab ? Dan yang demikian itu karena Allah telah menentukan bahwa azab itu akan ditimpakan atas orang-orang dzalim, dan Allah Maha Kuasa untuk mengazabnya.

Dan apakah benar kita ini belum pernah mendengar seruan orang yang menyeru kita agar menyembah Allah dalam melakukan sholat ? Jika benar, sungguh yang demikian itu bahwa Allah telah menumbuhkan generasi penerus untuk meneruskan perjuangan Rosul-Rosul-Nya, supaya dia menyeru kita agar kita menyembah Allah dalam melakukan sholat, dan supaya dia menyampaikan risalah kekuasaan Allah kepada kita, agar kita tidak mempersamakan Allah dengan sesuatu dalam penyembahan kita kepada Allah. Yaitu sebagaimana yang Allah terangkan kepada kita dengan ayat-ayat-Nya yang firman-Nya :

Kemudian sesudah itu Kami tumbuhkan generasi yang lain. (Q.S. 23 : 31).
Lalu Kami utus kepada mereka seorang Rosul dari (orang) yang ada diantara mereka (supaya dia berkata) :” Sembahlah Allah tidak ada Tuhan bagimu selain Dia, maka apakah kamu tidak akan bertaqwa (kepada Allah) ?.” (Q.S. 23 : 32).
Dan berkatalah pemuka-pemuka yang kafir dari kaumnya, dan mereka mendustakan pertemuan hari akhirat, dan Kami telah memberi (kedudukan) yang mewah kepada mereka dalam kehidupan dunia :” Tidaklah lain dia ini kecuali seorang manusia seperti kamu, dia makan dari apa yang kamu makan padanya, dia minum dari apa yang kamu minum.“ (Q.S. 23 : 33).
Dan jika kamu menta’ati manusia seperti kamu, sungguh jika demikian niscaya kamu (termasuk) orang-orang yang rugi. (Q.S. 23 : 34).
Apakah dia menjanjikan kepadamu, bahwasanya apabila kamu mati dan kamu telah menjadi tanah dan tulang, sesungguhnya kamu akan di keluarkan (dari kubur menjadi makhluk yang baru)?.” (Q.S. 23 : 35).
Jauh, jauh sekali (dari kenyataan) yang dia janjikan kepadamu. (Q.S. 23 : 36).
Tidaklah lain kehidupan kita ini kecuali didunia kita mati dan (didunia) kita hidup, dan kita tidak akan dibangkitkan. (Q.S. 23 : 37).
Tidaklah lain dia kecuali seorang laki-laki yang mengadakan kedustaan kepada Allah, dan kami tidak percaya kepadanya. (Q.S. 23 : 38).
Rosul berdo’a:” Yaa Tuhanku, tolonglah aku karena mereka mendustakan aku.” (Q.S. 23 : 39).
Allah berfirman :” Dalam waktu sedikit, sungguh mereka akan menjadi orang-orang yang menyesal.“ (Q.S. 23 : 40).
Lalu mereka ditimpa suara yang mengguntur dengan sebenarnya, lalu Kami jadikan mereka (seperti) sampah daun kering (yang berserakan), maka jauhilah kaum yang dzalim itu. (Q.S
. 23 : 41).


Gimana Supaya Sholat Khusyu?

Sholat Khusyu

Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang

Sholat merupakan jalan untuk kita memohon pertolongan kepada Allah. Maka itu sangat penting untuk kita perhatikan segala sesuatunya dalam sholat, agar permohonan kita kepada Allah dapat dikabulkan oleh-Nya. Dan diantaranya ialah tentang kekhusyuan kita dalam melakukan sholat. Dikarenakan sholat itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu, sebagaimana yang Allah firmankan kepada kita dengan ayat-ayat-Nya :

Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar, dan itu (ucapkanlah kepada Allah ketika) sholat, dan sesungguhnya (sholat mengingat Allah itu) sungguh berat, kecuali orang-orang yang khusyu’.(Q.S. 2: 45)

(Yaitu) orang-orang yang meyakini, sesungguhnya mereka (sholat) hendak menemui Tuhannya, dan sesungguhnya mereka (sholat) hendak kembali (menghadap) kepada-Nya. (Q.S. 2: 46)

Itulah yang Allah terangkan kepada kita dengan melalui ayat-ayat-Nya, maka dengan itu kita mendapatkan penjelasan dari sisi Allah bahwa orang yang khusyu ialah orang yang meyakini, sesungguhnya mereka sholat hendak menemui Tuhannya, dan sesungguhnya mereka sholat hendak kembali menghadap kepada-Nya. Maka dalam kedudukan seperti itulah kita berada dalam pengecualian atas orang-orang yang merasa keberatan dalam melakukan sholat.

Lalu bagaimana untuk mencapai kedudukan sholat kita yang seperti demikian itu ...?

Diantara cara-cara dari sekian banyaknya pengetahuan untuk mencapai kekhusyuan sholat tersebut ialah :

Mengerjakan Amal Sholeh Apa Yang Diperintahkan Allah Sebelum Melakukan Sholat

Katakanlah : “ Sesungguhnya aku seorang manusia seperti kamu, (sungguh) telah diwahyukan kepadaku, bahwa sesungguhnya Tuhanmu Tuhan yang Maha Esa.“ Maka barang siapa yang mengharapkan pertemuan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia beramal sholeh, dan janganlah ia mempersekutukan Tuhannya dengan seseorang dalam beribadat (kepada-Nya). (Q.S. 18 : 110)

Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi dia datang kepada (Tuhan) Yang Maha Pemurah kecuali orang yang mengabdi.(Q.S. 19:93)

Sebagai hamba Allah yang mengabdi kepadanya tentu saja ketika kita hendak menghadap kepada Allah membawa laporan dari pangabdian kita ketika kita menghadapnya. Maka itu kerjakanlah amal sholeh apa saja yang Allah perintahkan dengan melalui ayat-ayat-Nya itu, supaya pembicaraan kita kepada Allah dalam sholat tidak kosong atau menipu Allah dengan mengatakan kepada Allah didalam sholat kita bahwa “Hanya kepada Engkau-lah kami menyembah dan hanya kepada Engkau-lah kami memohon pertolongan,” sedangkan sebelum sholat kita tidak mengerjakan pengabdian apapun dari perintah-perintah Allah menafkahkan sebagian rizki misalnya, atau menyampaikan amanat Allah, dll. Lalu apa yang akan kita persembahkan kepada Allah jika kita orang yang menyembah Allah ? Bukankah sebatas ketaatan kita yang telah melaksanakan segala perintah-Nya itu ?. Karena Allah Yang Maha Gagah Perkasa tidak akan lemah sedikitpun dikarenakan kita tidak memberikan sesuatu kepada-Nya bahkan Allah tidak memerlukan dari kita sedikitpun akan tetapi kitalah yang memerlukan segala pemberian dari sisi Allah.

Maka itu kerjakanlah amal sholeh sebelum kita menghadap kepada Allah dalam melakukan sholat, dan kerjakanlah amal sholeh kita itu dengan tidak mempersekutukan Allah dengan siapapun. Atau kita beramal sholeh dengan tujuan lain yang bukan untuk mempersiapkan ketika kita hendak kembali kepada Allah, melainkan sebatas ingin dilihat orang lain misalnya.

Hal ini sangat menuntun kita untuk merasakan pertemuan dengan Tuhannya, sebagaimana dalam kehidupan sehari-hari misalkan kita bekerja kepada seorang bos lalu kita telah mengerjakan apa yang diperintahkannya tentu kita sangat mengharapkan pertemuan dengan bos kita itu untuk melaporkan pekerjaan kita itu kepada si bos agar ia memberikan upah dari pekerjaan yang telah kita kerjakan atas perintahnya. Nah begitu pula jika kita merasa orang yang mengabdi kepada Allah. Jika kita telah selesai mengerjakan perintah Allah lalu kita bersegera menghadap kepada-Nya diwaktu sholat untuk melaporkan ketaatan kita itu kepada Allah dan memohon balasan dari sisi Allah.

Adapun yang demikian itu karena tidak ada seorangpun di langit dan di bumi dia datang kepada Allah Tuhan Yang Maha Pemurah kecuali orang yang telah mengabdi mengerjakan segala perintah-perintah-Nya.

Bersuci Jasmani Dan Ruhani

Sebelum kita melakukan sholat maka Allah memerintahkan kita untuk bersuci atau berwudhu terlebih dahulu untuk membersihkan hadats kecil dan mandi jika kita sedang dalam keadaan junub. Dikarenakan yang akan menemui Allah itu tidak sebatas jasad kita melainkan fikiran, rasa hati, dan ingatan, maka alangkah baiknya jika ketika kita bersuci kita membersihkan pula sampai kedalam ruhani dari tata cara bersuci kita. Misalnya ketika membasuh wajah kita maka kita bersihkan pula pandangan-pandangan kita untuk satu tujuan kembali kepada Allah, lalu seiring dengan membasuh rambut kita bersihkan pula fikiran dalam kepala kita untuk satu tujuan kembali kepada Allah, begitu seterusnya sampai selesai bersuci.

Dan kita harus yakin bahwa ketika kita mulai menghadap kepada Allah tidak ada kekotoran-kekotoran terutama dalam jiwa kita ketika kita menghadap Allah Yang Maha Suci. Misalnya tadi kita habis marah dengan si A lalu kemarahan kita masih terbawa-bawa dalam melakukan sholat maka berarti kita belum bersuci dalam jiwa kita maka ini akan menghalangi kita dapat merasakan pertemuan dengan Allah. Adapun yang demikian itu dikarenakan disisi Allah kita akan mendapat perhitungan atas amal kita masing-masing bukan amal orang lain, maka tidak ada hubungannya sholat kita dengan amal perbuatan orang lain yang kita ingat-ingat itu dan pula kita tidak akan ditanyakan segala apa yang diperbuat orang lain itu berikut pertanggungjawabannya.

I’tikaf Terlebih Dahulu Sejenak

Sesudah bersuci kita lalu usahakan untuk meluangkan waktu sejenak sebelum kita berdiri sholat untuk beri’tikaf atau merenungkan dari setiap perkataan-pekataan kita yang akan kita ucapkan kepada Allah ketika menghadapnya. Dan pelajarilah sehingga kita mengerti benar makna dari apa yang akan kita ucapkan kepada Allah. Adapun yang demikian itu, supaya kita tidak mengikuti bisikan syaitan yang membisik ke dalam rongga dada kita yang menyuruh kita supaya melakukan kejahatan dan perbuatan keji dihadapan Allah ketika melakukan sholat, dan supaya kita mengatakan kepada Allah di dalam sholat kita itu apa yang kita tidak mengetahui, sebagaimana firman-Nya ;

Sesungguhnya syaitan menyuruh kamu supaya melakukan kejahatan dan perbuatan keji, dan supaya kamu mengatakan kepada Allah apa yang kamu tidak mengetahui. (Q.S. 2:169)

Dan agar pembicaraan kita kepada Allah didalam melakukan sholat tidak sebagaimana pembicaraannya orang yang sedang mabuk, sebagaimana yang Allah terangkan kepada kita dengan ayat-Nya yang firman-Nya :

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu dekati sholat sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan (ketika sholat) dan janganlah (kamu hampiri masjid sedang kamu) dalam keadaan junub, kecuali sekedar berlalu saja, sehingga kamu mandi (terlebih dahulu), dan jika kamu dalam keadaan sakit atau kamu sedang dalam perjalanan atau kamu datang dari tempat buang air atau kamu menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapatkan air (untuk bersuci), maka bertayamumlah kamu dengan debu tanah yang bersih (atau suci), maka sapukanlah (debu itu) kemukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pema’af lagi Maha Pengampun. (Q.S. 4 : 43)

Maka itu marilah kita pelajari benar-benar setiap perkataan-perkataan yang kita hendak bicarakan kepada Allah didalam melakukan sholat, supaya sholat kita tidak sebagaimana orang yang mabuk yaitu berbicara semaunya sendiri tanpa memperdulikan salah atau benar serta maksud dan tujuan pembicaraannya kepada yang si pendengar.

Kemudian didalam i’tikaf ini yang perlu kita lakukan juga ialah melatih rasa hati dan ingatan dan seluruh panca indra kita supaya tetap tertuju kepada Allah, karena sholat itu khusus mengingat Allah sebagaimana firman-Nya :

Sesungguhnya Aku adalah Allah, tidak ada Tuhan kecuali Aku maka sembahlah Aku, dan dirikanlah sholat untuk mengingat Aku (dan menyembah-Ku).(Q.S. 20:14)

Sesungguhnya hari Kiamat pasti datang, dan hampir Aku merahasiakan bahwa (pada hari itu) tiap-tiap diri akan dibalas dengan apa yang ia usahakan. (Q.S. 20:14)

Maka (sekali-kali) janganlah (ingatan)mu dapat dipalingkan dari (mengingat-Ku dalam menyembah-Ku ketika sholat) oleh orang yang tidak beriman kepada (petunjuk-Ku), sedang ia orang yang mengikuti hawa nafsunya (dalam melakukan sholatnya itu), maka jika (ingatanmu dapat dipalingkan olehnya, niscaya) kamu (termasuk orang-orang yang akan) binasa (tertimpa azab). (Q.S. 20:15)

Itulah yang Allah terangkan kepada kita dengan ayat-ayat-Nya yang berhubungan dengan ingatan kita ketika kita melakukan sholat, maka sekali-kali janganlah ingatan kita dapat dipalingkan dari mengingat Allah dalam menyembah-Nya ketika sholat oleh orang yang tidak beriman kepada petunjuk Allah, atau kita yang mengikuti hawa nafsunya sendiri dalam melakukan sholatnya itu sehingga dalam sholat kita hanya keinginan hawa nafsu kita sendiri saja yang kita ingat-ingat, maka jika ingatan kita dapat dipalingkan oleh hawa nafsu tersebut, niscaya kita termasuk orang-orang yang akan binasa tertimpa azab.

Kemudian kita juga i’tikafkan apakah kita hendak menghadap Allah dalam melakukan sholat membawa dosa-dosa yang kita kerjakan dari sebelum kita sholat atau membawa perintah-perintah Allah yang telah kita kerjakan sebelumnya. Jika kita merasa melakukan dosa sebelum kita menghadap Allah ketika melakukan sholat maka sebaiknya kita mohon ampun dahulu kepada Allah diampuni dosa-dosa kita sebelum menghadap Allah. Kemudian untuk perintah-perintah Allah yang kita kerjakan maka kita mohon ditetapkan balasannya disisi Allah.

Jangan Tergesa-gesa Berbicara

Sesudah kita siap untuk berdiri menghadap Allah dalam melakukan sholat, maka mulailah kita berbicara kepada Allah dan bacalah perkataan-perkataan kita itu dengan perlahan-lahan dan tidak tergesa-gesa ingin cepat-cepat selesai. Dan usahakanlah rasa hati dan ingatan kita tidak mendahului setiap bacaan sholat kita. Sehingga rasa hati dan ingatan kita akan selalu tertuntun oleh bacaan yang kita baca dalam melakukan sholat, sebagaimana firman Allah :

Janganlah kamu gerakkan lidahmu dengan (membaca Al Qu’an), karena kamu hendak bersegera (menguasai) padanya. (Q.S. 75:16)

Sesungguhnya atas Kami-lah mengumpulkannya dan membacakannya. (Q.S. 75:17)

Maka apabila Kami telah membacakannya, maka ikutilah bacaannya. (Q.S. 75:18)

Apabila Rasa Hati Dan Ingatan Berpaling

Kemudian apabila rasa hati dan ingatan kita berpaling didalam sholat terutama apabila tidak disengaja atau kecelakaan, maka segeralah kita kembali kepada Allah dan berdoalah :

Rabbana la tu-akhithna in nasiina aw akhta’na
“ Ya Tuhan kami, janganlah Engkau menghukum kami karena kami lupa atau kesalahan. “ (Q.S. 2:286)

Lalu kita ulang kembali ditempat dimana ingatan kita berpaling dari bacaan sholat kita sendiri. Begitu kita ulang kembali setiap kita berpaling. Dengan terlatih demikian semakin jarang kita berpaling sampai benar-benar kita tidak pernah kles dari bacaan dengan rasa hati dan ingatan kita dalam melakukan sholat.

Berdialog Dengan Allah

Perlu diketahui bahwa ayat-ayat Allah yang kita baca dalam melakukan sholat ialah disaat itu Allah sedang berbicara kepada kita dengan melalui lisan kita. Maka itu kita sedang berdialog dengan Allah yang berbicara kepada kita dengan melalui ayat-ayat-Nya. Maka setiap ayat-ayat yang kita baca dalam melakukan sholat kita harus memberikan jawaban dari setiap perkataan Allah dengan perkataan kita sebagai jawaban atas firman Allah itu dengan perkataan yang mengandung kebaikan. Sebagai contoh dialognya di surah Al Fatihah berikut ini:

Suratul Al Fatihah(ti)
( Pembukaan )

Surah ke I diturunkan di Makkah sebanyak 7 ayat.

Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.(Q.S. 1:1)

Dialog :

“ Ya Allah, sungguh Engkaulah Tuhanku yang telah memberikan kemurahan dan kasih sayang-Mu kepadaku”

Segala Puji bagi Allah Tuhan Pemelihara semesta alam. (Q.S. 1:2)

Dialog :

“ Ya Allah, dengan seiring kemurahan dan kasih-sayang-Mu aku panjatkan segala puji bagi Engkau ya Allah Tuhan Pemelihara semesta alam”

Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (Q.S. 1:3)
Dialog :

“ Yang telah memelihara kami dengan kemurahan dan kasih sayang Engkau”

Yang Menguasai hari pembalasan. (Q.S. 1:4)

Dialog :

“ Ya Allah, sungguh hanya Engkau-lah yang Menguasai hari pembalasan, maka berikankanlah balasan atas ketaatan kami dalam mengerjakan perintah-Mu dan ampunilah kesalahan kami kepada Engkau ya Allah”

Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. (Q.S. 1:5)

Dialog :

“Ya Allah, sungguh hanya kepada Engkau-lah kami menyembah mempersembahkan ketaatan kami dalam mengerjakan perintah-Mu dan hanya kepada Engkau-lah kami mohon pertolongan dalam mengerjakan segala perintah-Mu”

Tunjukanlah kami ke jalan yang lurus. (Q.S. 1:6)

Dialog :

“ Ya Allah, tunjukkanlah kami ke jalan penyembahan kami ini yang lurus”

(Yaitu) ke jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat atas mereka, bukan (ke jalan) orang-orang yang Engkau murkai atas mereka, dan bukan (pula ke jalan) orang-orang yang tersesat. (Q.S. 1:6)

Dialog :

“Yaitu ke jalan penyembahannya orang-orang yang telah Engkau beri nikmat atas mereka atau para Nabi dan Rosul, bukan ke jalan penyembahannya orang-orang yang Engkau murkai atas mereka, dan bukan pula ke jalan penyembahannya orang-orang yang tersesat.”

Contoh dialog diatas hanyalah sebagai perumpamaan saja, adapun pada prakteknya kita dapat menyesuaikan dengan keadaan kita masing-masing setiap kita melakukan sholat. Misalnya di rokaat pertama pada kalimat “ Ya Allah, tunjukkanlah kami ke jalan penyembahan kami ini yang lurus”, maka pada rokaat terakhir kita bisa berbicara kepada Allah dengan kalimat “ Ya Allah, tunjukkanlah kami ke jalan pengabdian kami ini yang lurus”. Adapun yang demikian itu dikarenakan kita sesudah melakukan sholat ini kita akan mengerjakan perintah-perintah Allah kembali sebagai wujud pengabdian kita kepada Allah yang akan kita bawa kembali ketika menghadap Allah pada waktu sholat selanjutnya. Dan begitu pula dengan ayat-ayat yang lainnya.

Dengan demikian antara sholat dan pengabdian kita tidak terpisahkan setiap harinya, sehingga dalam pengabdian kita kita pun bisa selalu mengingat Allah yang pada akhirnya ketika kita mau menghadap Allah ketika sholat kita telah terbiasa mengingat-Nya dalam pengabdian sehingga kita terhindar dari perbuatan keji dan mungkar kepada Allah sebagaimana firman-Nya :

Bacalah apa yang (Allah) wahyukan kepadamu dari Kitab (Al Qur’an), dan dirikanlah sholat, sesungguhnya sholat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar, dan sesungguhnya mengingat Allah (dalam melakukan sholat) lebih besar (keutamaannya) dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan (dalam melakukan sholat).(Q.S. 29:45).

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir. (Q.S. 3:190).

(Yaitu bagi) orang-orang yang mengingat Allah, (sambil) berdiri, (sambil) duduk, (sambil) berbaring, dan (yang demikian itu) mereka sedang memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi, (lalu mereka berkata): “ Yaa Tuhan kami, tidaklah sia-sia (semua) yang telah Engkau ciptakan ini, maka peliharalah kami dari (tersentuh) siksa neraka.” (Q.S. 3:191).

CITES APPENDICES

The CITES Appendices

Appendices I, II and III to the Convention are lists of species afforded different levels or types of protection from over-exploitation (see How CITES works).

Appendix I lists species that are the most endangered among CITES-listed animals and plants (see Article II, paragraph 1 of the Convention). They are threatened with extinction and CITES prohibits international trade in specimens of these species except when the purpose of the import is not commercial (see Article III), for instance for scientific research. In these exceptional cases, trade may take place provided it is authorized by the granting of both an import permit and an export permit (or re-export certificate). Article VIIof the Convention provides for a number of exemptions to this general prohibition.

Appendix II lists species that are not necessarily now threatened with extinction but that may become so unless trade is closely controlled. It also includes so-called "look-alike species", i.e. species of which the specimens in trade look like those of species listed for conservation reasons (see Article II, paragraph 2 of the Convention). International trade in specimens of Appendix-II species may be authorized by the granting of an export permit or re-export certificate. No import permit is necessary for these species under CITES (although a permit is needed in some countries that have taken stricter measures than CITES requires). Permits or certificates should only be granted if the relevant authorities are satisfied that certain conditions are met, above all that trade will not be detrimental to the survival of the species in the wild. (See Article IV of the Convention)

Appendix III is a list of species included at the request of a Party that already regulates trade in the species and that needs the cooperation of other countries to prevent unsustainable or illegal exploitation (see Article II, paragraph 3, of the Convention). International trade in specimens of species listed in this Appendix is allowed only on presentation of the appropriate permits or certificates. (See Article V of the Convention)

Species may be added to or removed from Appendix I and II, or moved between them, only by the Conference of the Parties, either at its regular meetings or by postal procedures (see Article XV of the Convention). But species may be added to or removed from Appendix III at any time and by any Party unilaterally (although the Conference of the Parties has recommended that changes be timed to coincide with amendments to Appendices I and II).

The names of species in the Appendices may be annotated to qualify the listing. For example, separate populations of a species may have different conservation needs and be included in different Appendices (e.g. the wolf populations included in Appendix I are only those of Bhutan, India, Nepal and Pakistan, whereas all others are included in Appendix II). Such specifications can appear next to the species name or in the Interpretation section. For this reason, the Appendices should always be consulted alongside the interpretation with which they are presented.

Parties may enter reservations with respect to any species listed in the Appendices in accordance with the provisions ofArticles XV, XVI or XXIII of the Convention.


Standar Nasional Indonesia
SNI 01-5009.1-1999

G A H A R U

1. Ruang lingkup

Standar ini meliputi definisi, lambang dan singkatan, istilah, spesifikasi, klasifikasi, cara pemungutan, syarat mutu, pengambilan contoh, cara uji, syarat lulus uji, syarat penandaan, sebagai pedoman pengujian gaharu yang diproduksi di Indonesia.

2. Definisi

Gaharu adalah sejenis kayu dengan berbagai bentuk dan warna yang khas, serta memiliki kandungan kadar damar wangi, berasal dari pohon atau bagian pohon penghasil gaharu yang tumbuh secara alami dan telah mati, sebagai akibat dari proses infeksi yang terjadi baik secara alami atau buatan pada pohon tersebut, dan pada umumnya terjadi pada pohon Aguilaria sp. (Nama daerah : Karas, Alim, Garu dan lain-lain).

3. Lambang dan Singkatan

3.1.  U   = Mutu utama             3.12. t    = Tebal     3.2.  I   = Mutu pertama           3.13. TGA  = Tanggung A 3.3.  II  = Mutu kedua             3.14. TAB  = Tanggung AB 3.4.  III = Mutu ketiga            3.15. TGC  = Tanggung C 3.5.  IV  = Mutu keempat           3.16. TK 1 = Tanggung kemedangan 1 3.6.  V   = Mutu kelima            3.17. SB 1 = Sabah 1             3.7.  VI  = Mutu Keenam            3.18. M 1  = Kemedangan 1 3.8.  VII = Mutu ketujuh           3.19. M 2  = Kemedangan 2 3.9.  -   = Tidak dipersyaratkan   3.20. M 3  = Kemedangan 3 3.10. p   = Panjang                3.21. kg   = kilogram 3.11. l   = Lebar                  3.22. gr   = gram 

4. Istilah

4.1. Abu gaharu adalah serbuk kayu gaharu yang dihasilkan dari proses penggilingan atau penghancuran kayu gaharu sisa pembersihan atau pengerokan.

4.2. Damar gaharu adalah sejenis getah padat dan lunak, yang berasal dari pohon atau bagian pohon penghasil gaharu, dengan aroma yang kuat, dan ditandai oleh warnanya yang hitam kecoklatan.

4.3. Gubal gaharu adalah kayu yang berasal dari pohon atau bagian pohon penghasil gaharu, memiliki kandungan damar wangi dengan aroma yang agak kuat, ditandai oleh warnanya yang hitam atau kehitam-hitaman berseling coklat.

4.4. Kemedangan adalah kayu yang berasal dari pohon atau bagian pohon penghasil gaharu, memiliki kandungan damar wangi dengan aroma yang lemah, ditandai oleh warnanya yang putih keabu-abuan sampai kecoklat-coklatan, berserat kasar, dan kayunya yang lunak.

5. Spesifikasi

Gaharu dikelompokkan menjadi 3 (tiga) sortimen, yaitu gubal gaharu, kemedangan dan abu gaharu.

6. Klasifikasi

6.1. Gubal gaharu dibagi dalam tanda mutu, yaitu :

  1. Mutu utama, dengan tanda mutu U, setara mutu super.
  2. Mutu pertama, dengan tanda mutu I, setara mutu AB.
  3. Mutu kedua, dengan tanda mutu II, setara mutu sabah super.

6.2. Kemedangan dibagi dalam 7 (tujuh) kelas mutu, yaitu :

  1. Mutu pertama, dengan tanda mutu I, setara mutu TGA atau TK I.
  2. Mutu kedua, dengan tanda mutu II, setara mutu SB I.
  3. Mutu ketiga, dengan tanda mutu III, setara mutu TAB.
  4. Mutu keempat, dengan tanda mutu IV, setara mutu TGC.
  5. Mutu kelima, dengan tanda mutu V, setara mutu M 1.
  6. Mutu keenam, dengan tanda mutu VI, setara mutu M 2.
  7. Mutu ketujuh, dengan tanda mutu VII, setara mutu M 3.

6.3. Abu gaharu dibagi dalam 3 (tiga) kelas mutu, yaitu :

  1. Mutu Utama, dengan tanda mutu U.
  2. Mutu pertama, dengan tanda mutu I.
  3. Mutu kedua, dengan tanda mutu II.

7. Cara Pemungutan

7.1. Gubal gaharu dan kemedangan diperoleh dengan cara menebang pohon penghasil gaharu yang telah mati, sebagai akibat terjadinya akumulasi damar wangi yang disebabkan oleh infeksi pada pohon tersebut.

7.2. Pohon yang telah ditebang lalu dibersihkan dan dipotong-potong atau dibelah-belah, kemudian dipilih bagian-bagian kayunya yang telah mengandung akumulasi damar wangi, dan selanjutnya disebut sebagai kayu gaharu.

7.3. Potongan-potongan kayu gaharu tersebut dipilah-pilah sesuai dengan kandungan damarnya, warnanya dan bentuknya.

7.4. Agar warna dari potongan-potongan kayu gaharu lebih tampak, maka potongan-potongan kayu gaharu tersebut dibersihkan dengan cara dikerok.

7.5. Serpihan-serpihan kayu gaharu sisa pemotongan dan pembersihan atau pengerokan, dikumpulkan kembali untuk dijadikan bahan pembuat abu gaharu.

8. Syarat Mutu

8.1. Persyaratan umum

Baik gubal gaharu maupun kemedangan tidak diperkenankan memiliki cacat-cacat lapuk dan busuk.

8.2. Persyaratan khusus

Persyaratan khusus mutu gaharu, dapat dilihat berturut-turut pada Tabel 1, 2 dan 3.

Tabel 1. Persyaratan Mutu Gubal Gaharu

No.

Karakteristik

M u t u

U

I

II

1.

Bentuk

-

-

-

2.

Ukuran :
p
l
t


4 - 15 cm
2 - 3 cm
> 0,5 cm


4 - 15 cm
2 - 3 cm
> 0,5 cm


>15 cm
-
-

3.

WarnaHitam merataHitam kecoklatanHitam kecoklatan

4.

Kandungan damar wangiTinggiCukupSedang

5.

SeratPadatPadatPadat

6.

BobotBeratAgak beratSedang

7.

Aroma (dibakar)KuatKuatAgak kuat

Tabel 2. Persyaratan Mutu Kemedangan

No.

Karakteristik

M u t u

I

II

III

IV

V

VI

VII

1.

WarnaCoklat kehitamanCoklat bergaris hitamCoklat bergaris putih tipisKecoklatan bergaris putih tipisKecoklatan bergaris putih lebarPutih keabu-abuan garis hitam tipisPutih keabu-abuan

2.

Kandungan damar wangiTinggiCukupSedangSedangSedangKurangKurang

3.

SeratAgak padatAgak padatAgak padatKurang padatKurang padatJarangJarang

4.

BobotAgak beratAgak beratAgak beratAgak beratRinganRinganRingan

5.

Aroma (dibakar)Agak kuatAgak kuatAgak kuatAgak kuatKurang kuatKurang kuatKurang kuat

Tabel 3. Persyaratan Mutu Abu Gaharu

No.

Karakteristik

M u t u

U

I

II

1.

WarnaHitamCoklat kehitamanPutih kecoklatan/kekuningan

2.

Kandungan damar wangiTinggiSedangKurang

3.

Aroma (dibakar)KuatSedangKurang

9. Pengambilan Contoh

Pengambilan contoh kayu atau abu gaharu untuk keperluan pemeriksaan dilakukan secara acak, dengan jumlah contoh uji seperti tercantum pada Tabel 4.

Tabel 4. Jumlah Gaharu Contoh Uji

No.

Jumlah Populasi

Jumlah Contoh Uji

1.
2.
3.

<100 kg
100 - 1.000 kg
> 1.000 kg

15 gr
100 gr
200 gr

10. Cara Uji

10.1. Prinsip : Pengujian dilakukan secara kasat mata (visual) dengan mengutamakan kesan warna dan kesan bau (aroma) apabila dibakar.

10.2. Peralatan yang digunakan meliputi meteran, pisau, bara api, kaca pembesar (loupe) ukuran pembesaran > 10 (sepuluh) kali, dan timbangan.

10.3. Syarat pengujian

10.3.1. Kayu gaharu yang akan diuji harus dikelompokkan menurut sortimen yang sama. Khusus untuk abu gaharu dikelompokkan menurut warna yang sama.

10.3.2. Pengujian dilaksanakan ditempat yang terang (dengan pencahayaan yang cukup), sehingga dapat mengamati semua kelainan yang terdapat pada kayu atau abu gaharu.

10.4. Pelaksanaan pengujian

10.4.1. Penetapan jenis kayu

Penetapan jenis kayu gaharu dapat dilaksanakan dengan memeriksa ciri umum kayu gaharu.

10.4.2. Penetapan ukuran

Penetapan ukuran panjang, lebar dan tebal kayu gaharu hanya berlaku untuk jenis gubal gaharu.

10.4.3. Penetapan berat

Penetapan berat dilakukan dengan cara penimbangan, menggunakan satuan kilogram (kg).

10.4.4. Penetapan mutu

Penetapan mutu kayu gaharu adalah dengan penilaian terhadap ukuran, warna, bentuk, keadaan serat, bobot kayu, dan aroma dari kayu gaharu yang diuji. Sedangkan untuk abu gaharu dengan cara menilai warna dan aroma.

  1. Penilaian terhadap ukuran kayu gaharu, adalah dengan cara mengukur panjang, lebar dan tebal, sesuai dengan syarat mutu pada Tabel 2.
  2. Penilaian terhadap warna kayu dan abu gaharu adalah dengan menilai ketuaan warna, lebih tua warna kayu, menandakan kandungan damar semakin tinggi.
  3. Penilaian terhadap kandungan damar wangi dan aromanya adalah dengan cara memotong sebagian kecil dari kayu gaharu atau mengambil sejumput abu gaharu, kemudian membakarnya. Kandungan damar wangi yang tinggi dapat dilihat dari hasil pembakaran, yaitu kayu atau abu gaharu tersebut meleleh dan mengeluarkan aroma yang wangi dan kuat.
  4. Penilaian terhadap serat kayu gaharu, adalah menilai kerapatan dan kepadatan serat kayu. Serat kayu yang rapat, padat, halus dan licin, bermutu lebih tinggi dari pada serat yang jarang dan kasar.

10.4.5. Penetapan mutu akhir

Penetapan mutu akhir didasarkan pada mutu terendah menurut salah satu persyaratan mutu berdasarkan karakteristik kayu gaharu.

11. Syarat Lulus Uji

Kayu gaharu atau abu gaharu yang telah diuji atau diperiksa, dinyatakan lulus uji apabila memenuhi persyaratan mutu yang telah ditetapkan.

12. Syarat Penandaan

Pada kemasan kayu atau abu gaharu yang telah selesai dilakukan pengujian harus diterakan:
- Nomor kemasan
- Berat kemasan
- Sortimen
- Mutu
- Nomor SNI
- Tanda Pengenal Perusahaan (TPP)


[ Menu Utama | Standardisasi ]

[ E-Mail Pejabat | Buku Tamu | Situs Terkait ]

Senin, 13 April 2009

TIPUAN TEORI EVOLUSI

TIPUAN EVOLUSI (Dikutip bukunya dari Harun Yahya tentang kebohongan teori evolusi)


Pada bagian ini, kami akan memeriksa sejumlah gagasan yang dipegang oleh para penganut teori evolusi, yang tidak meyakini keberadaan Allah, dan mencoba untuk menipu orang lain dengan menyatakan bahwa segala sesuatu datang dengan sendirinya.
Namun ketika seseorang mencoba menipu orang lain, kebenaran akan selalu datang pada akhirnya. Jika orang yang terlibat dalam upaya penipuan itu memang pandai, ia akan senantiasa menyadari bahwa dirinya telah berbohong. Dan karena para penganut teori evolusi mengungkapkan kebohongan, mereka bersikap tidak konsisten. Pada halaman-halaman berikut ini, kita akan melihat betapa tidak rasionalnya pernyataan-pernyataan mereka, dan bagaimana tipuan mereka telah disingkapkan. 

APAKAH TEORI EVOLUSI ITU?
Teori evolusi adalah salah satu gagasan-gagasan keliru yang diajukan oleh orang-orang yang tidak meyakini keberadaan Allah. Adalah Charles Darwin yang semula mengajukan teori ini, sekitar 150 tahun lalu. Menurut teori yang tidak logis ini, segala sesuatu muncul dengan spontan, melalui kejadian-kejadian yang tiba-tiba. Misalnya, menurut Darwin, satu hari, ikan berubah menjadi reptilia secara kebetulan. Hari lain, kejadian yang tidak direncanakan terjadi, dan seekor reptil berubah menjadi seekor burung dan mulai terbang. Sementara untuk manusia, mereka diturunkan dari kera-kera. Jelas tidak ada kebenaran dalam kebenaran ini. Satu-satunya kebenaran adalah bahwa Allah menciptakan kita, semua makhluk hidup lainnya, dunia dan alam semesta. Darwin dan cendekiawan lain yang menyatakan ini, telah mengungkapkan suatu kebohongan besar. 
Atom adalah partikel-partikel terkecil pembentuk seluruh materi, hidup ataupun tidak. Ini berarti, apapun di sekeliling kalian, termasuk kalian sendiri, telah dibentuk melalui penyatuan berjuta-juta atom. Para penganut teori evolusi (mereka yang mempercayai bahwa Darwin itu benar) mengatakan bahwa atom-atom secara kebetulan menyatu bersama, dan bahwa makhluk-makhluk hiduppun kemudian bermunculan. Menurut klaim yang tidak masuk akal ini, suatu hari, angin ribut atau badai topan akan terjadi dan atom-atom ini akan bergabung bersama-sama.
Menurut skenario Darwin, atom-atom ini bergabung untuk membuat sel-sel. Seperti kalian ketahui, setiap makhluk hidup terbuat dari sel-sel. Kumpulan sel ini lalu berkombinasi membentuk mata kita, telinga, darah, jantung, pendeknya, seluruh tubuh kita. 
Kalian harus mencamkan dalam benak bahwa sel-sel adalah sistem yang sangat rumit. Dalam setiap sel, terdapat pelbagai organel yang berbeda. Kita dapat membandingkan sel dengan sebuah pabrik yang luarbiasa besar. Dalam sebuah sel, terdapat pabrik-pabrik pemroduksi, pengirim bahan-bahan, gerbang-gerbang keluar – masuk, pusat-pusat produksi, pembawa-pembawa pesan, pusat-pusat kontrol energi, dan lain-lain. Mungkinkah sebuah pabrik muncul tiba-tiba dengan sendirinya, dengan batu, tanah, dan air yang datang bersama sesudah badai, dan semua ini terjadi secara kebetulan? Tentu saja tidak! Setiap orang akan menertawakan pernyataan yang menggelikan. Biarpun begitu, para penganut teori evolusi membuat sebuah pernyataan yang ganjil dengan mengatakan, “Sel terbentuk secara kebetulan.”

Biarkan Para Penganut Teori 
Evolusi Melakukan Percobaan!
Biarkan para penganut teori evolusi menyediakan tong besar. Dalam tong itu, biarkan mereka meletakkan seluruh atom yang mereka inginkan. Izinkan mereka memasukkan dalam tong tersebut apapun yang mereka kehendaki. Biarkan mereka meletakkan semua bahan mentah yang diperlukan untuk membuat makhluk hidup di dalam tong itu. Biarkan mereka melakukan apapun yang mereka inginkan, semaunya. Mereka dapat menyimpan dan mengamati tong itu selama berjuta-juta tahun. (Mereka dapat mendelegasikan tugas tersebut pada para penganut teori evolusi yang lebih muda, mengingat satu masa kehidupan nyaris tak cukup panjang untuk pekerjaan itu.)
Apa yang akan terjadi sebagai hasil dari semua ini?
Apakah pikirmu ceri, melon, stroberi, plum, violet, mawar, gajah, jerapah, singa, kambing, kelinci, lebah, kucing, anjing, tupai, dan ikan bisa muncul dari tong ini? Dapatkah seseorang yang berpikir, yang menjadi senang atau bahagia, yang menyukai mendengarkan musik dan membaca buku-buku, kemungkinan keluar dari dalamnya? Tentu saja tidak! Tidak ada seorangpun, seperti profesor yang terus mengamati tong tersebut, keluar dari dalam tong. Bukan cuma seorang profesor, satu sel pun dari trilyunan sel dalam tubuh profesor tersebut, tidak ada yang muncul.
Atom-atom tidak memiliki kehidupan. Dapatkah materi yang tidak memiliki kehidupan ini muncul bersamaan untuk menghasilkan makhluk yang hidup, bisa tertawa, dan berpikir?
Tentu saja tidak. Tak ada makhluk hidup yang bisa muncul dari tong tersebut. Karena makhluk hidup tak terbuat dari potongan-potongan materi yang tidak memiliki kehidupan, yang disatukan secara kebetulan. Allah menciptakan semua makhluk hidup. Allah menciptakan manusia, pegunungan, danau-danau, kambing-kambing, singa, dan bunga-bunga, ketika tak ada apapun yang muncul. Ia menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan hanya dengan memberikan perintah “Jadilah!”

BAGAIMANA, MENURUT PARA PENGANUT TEORI 
EVOLUSI, MAKHLUK HIDUP BERKEMBANG?
Allah menciptakan semua spesies, dan tak satu pun di antara spesies-spesies ini dapat berkembang dari yang lain. Ini karena setiap spesies memiliki ciri-ciri yang unik. 
Namun, teori evolusi keliru mengklaim bahwa makhluk hidup berkembang sepanjang waktu, mengembangkan ciri-ciri yang berbeda, dan berubah menjadi makhluk-makhluk lain. Kalian semua sudah menyaksikan kura-kura, kadal, ular; para penganut teori evolusi membuat klaim yang tak masuk akal bahwa reptil-reptil (binatang melata) ini berubah secara kebetulan menjadi burung. 
Maka, apa peristiwa-peristiwa yang mereka klaim telah menyebabkan reptil berubah menjadi makhluk hidup lain? Para penganut teori evolusi percaya bahwa evolusi terjadi sebagai hasil dari dua peristiwa terpisah yang terjadi secara sinambung, disebut ‘mutasi’ dan ‘seleksi alam’. Ini, sesungguhnya, adalah keyakinan yang tidak masuk akal, dan suatu pemikiran tanpa dasar ilmiah.

Apakah Seleksi Alam Itu?
Penjelasan paling sederhana untuk seleksi alam adalah bahwa makhluk yang paling kuatlah yang akan selamat, sementara makhluk yang lemah akan menghilang. Mari jelaskan ini dengan sebuah contoh: bayangkan sekelompok rusa, yang kerap diserang oleh binatang-binatang buas. Ketika serangan itu terjadi, rusa akan berlari kencang, dan hanya rusa yang paling tangkas dan lari paling cepatlah yang akan selamat. Pelan-pelan, rusa yang lemah dan lamban akan sepenuhnya menghilang, karena para pemangsa berhasil memburu mereka. Hanya tertinggal kini rusa-rusa yang sehat dan kukat. Karena itu, setelah beberapa waktu, kumpulan itu hanya akan terdiri dari rusa-rusa yang kuat.
Apa yang sudah kita katakan sejauh ini sungguh-sungguh benar, namun hal-hal ini tidak berkaitan dengan evolusi. Bertentangan dengan hal ini, para penganut teori evolusi yakin bahwa sekumpulan rusa seperti itu dapat pelahan berkembang menjadi jenis hewan lain, jerapah misalnya. Kalian bis amelihat betapa kelirunya mereka! Tak peduli seberapa cepat seekor rusa berlari, atau seberapa jauh ia memanjangkan lehernya ke atas, rusa itu tidak dapat berubah menjadi binatang lain, seperti seekor singa atau jerapah. Perubahan seperti ini hanya terjadi dalam dongeng-dongeng saja. Kalian mungkin mengetahui kisah tentang kodok yang berubah menjadi seorang pangeran. Satu-satunya cara (THE ONLY TIME) kodok dapat berubah menjadi seorang pangeran hanya ada dalam dongeng. Bagaimanapun, dalam kehidupan nyata, tidaklah mungkin seekor rusa berubah menjadi seekor singa atau makhluk hidup lainnya. Kendati demikian, para penganut teori evolusi tetap berkeras bahwa binatang-binatang itu dapat melakukannya!

Apa yang Dimaksud dengan Mutasi?
Mutasi adalah perubahan-perubahan berlawanan yang terjadi dalam tubuh yang hidup. Radiasi atau unsur-unsur kimiawi dapat menyebabkan mutasi. Efek radiasi atau unsur-unsur kimiawi dalam makhluk-makhluk hidup selalu mencederai. Hampir 60 tahun silam, saat Perang Dunia Dua, sebuah bom atom dijatuhkan di kota Hiroshima di Jepang. Bom atom itu menyebarkan radiasi sekeliling wilayah tersebut, dan ini menyebabkan cedera yang luarbiasa pada orang-orang. Radiasi tersebut menyebabkan sebagian besar orang yang terkena meninggal dunia atau menderita sakit parah. Lebih dari itu, radiasi menghancurkan beberapa sistem tubuh, dan pada gilirannya menyebabkan anak-anak mereka terlahir lumpuh atau sakit.
Maka, dengan ingatan akan bencana seperti itu, inilah apa yang diinginkan oleh para penganut teori evolusi agar kita yakini: Satu hari, seekor ikan mengalami mutasi. Misalnya, ikan itu terkena, seperti orang-orang Hiroshima, radiasi atau hal sejenis itu. Sebagai hasil mutasi ini, beberapa perubahan terjadi dalam tubuh ikan, dan suatu hari, ikan itu berubah menjadi buaya. Ini jelas klaim yang betul-betul edan. Lebih dari itu, seperti kami jelaskan di atas, mutasi selalu membahayakan makhluk-makhluk hidup. Menjadikan mereka lumpuh atau sakit parah.
Kita dapat membandingkan klaim para penganut teori evolusi dengan contoh berikut ini: Jika kalian memegang kapak dan menghantamkannya ke televisi hitam putih, dapatkah kalian mengubahnya menjadi televisi berwarna? Tentu saja tidak! Kalau kamu secara acak memukul televisi dengan sebuah kapak, kalian hanya akan mendapatkan televisi yang rusak. Dengan cara yang sama, memukul sesuatu dengan kapak secara sembrono, tak dapat tidak, pasti akan merusaknya. Karena itu, mutasi hanya akan merusak makhluk hidup. 

FOSIL-FOSIL YANG TAMPAKNYA TIDAK
AKAN DITEMUKAN OLEH PARA AHLI EVOLUSI
Fosil adalah bagian dari seekor binatang atau tumbuhan yang telah mati lama berselang—biasanya ribuan atau bahkan jutaan tahun lalu. Fosil tersimpan dalam formasi-formasi batuan di lapisan kerak bumi. Agar tetumbuhan atau binatang dapat menjadi sebuah fosil, ia harus terkubur secepatnya begitu mengalami kematian. Misalnya, kalau ada seekor burung di tanah dan setumpuk pasir menimbunnya, maka sisa-sisa burung ini dapat tersimpan jutaan tahun lamanya. Demikian pula jika terdapat getah damar pepohonan yang menjadi fosil melalui proses-proses geologis—lantas disebut “amber [getah beku berwarna kekuningan, biasanya dibentuk menjadi manik-manik perhiasan]”. Pada peristiwa masa lalu, getah pepohonan ini memerangkap serangga yang merayap di batang pohon. Batang pohon itu kemudian mengeras, dan amber serta serangga di dalamnya ikut terawetkan tanpa kerusakan selama jutaan tahun, sampai sekarang. Ini membantu kita memahami lebih banyak makhluk-makhluk yang hidup lama berselang. Sisa-sisa spesies yang terawetkan disebut fosil.

Apa yang Dimaksud dengan Fosil 
“Bentuk Peralihan”?
Kekeliruan terpenting yang ditemukan oleh para pakar evolusi berkaitan dengan “bentuk-bentuk peralihan (transitional forms).” Dalam sejumlah buku evolusi, kadang-kadang ini disebut sebagai “bentuk-bentuk transisi antara/pertengahan.”
Seperti kalian ketahui, para ahli evolusi mengklaim bahwa makhluk-makhluk hidup berkembang satu sama lain. Mereka juga menyatakan bahwa makhluk pertama muncul secara kebetulan. Mereka ingn kita percaya bahwa makhluk itu pelan-pelan berubah menjadi makhluk lain, dan bahwa makhluk lain berubah menjadi makhluk yang lainnya lagi, begitu seterusnya. Para ahli evolusi mengatakan bahwa ikan, misalnya, adalah keturunan dari seekor makhluk yang menyerupai bintang laut. Ini berarti, suatu hari, seekor bintang laut kehilangan salah satu tangannya karena mutasi. Selama jutaan tahun berikutnya, bintang laut itu kehilangan lengannya lebih banyak lagi, kecuali beberapa lengan yang mulai berkembang menjadi sirip-sirip yang sesuai.. Sementara itu, secara simultan, semua perubahan lain yang diperlukan oleh bintang laut untuk menjadi seekor ikan, terjadi (Tak satupun hal seperti ini bisa terjadi, tentunya, namun kita hanya mengingatkan diri kita sendiri tentang apa yang diinginkan oleh ahli-ahli evolusi agar kita yakini). Menurut pakar-pakar evolusi ini, bintang laut telah melewati pelbagai fase yang mengubah mereka menjadi seekor ikan.
Jadi, binatang-binatang imajiner dalam tahapan perubahan mereka disebut sebagai spesies pertengahan dalam proses evolusi. Lagi-lagi, sesuai dengan klaim para penganut teori evolusi yang tidak masuk akal, makhluk-makhluk itu mestinya memiliki beberapa sisa atau belum sepenuhnya membentuk bagian-bagian tubuh. Misalnya, spesies pertengahan yang dinyatakan terbentuk ketika ikan berubah menjadi binatang melata, mestinya memiliki kaki-kaki, sirip, paru-paru, dan insang “setengah dewasa’. Kita harus ingat bahwa jika makhluk aneh seperti itu benar-benar pernah hidup di masa lalu, kita pasti akan menemukan fosil sisa-sisa jasad mereka. Menarik bahwa sampai sejauh ini, tak satu fosilpun dari spesies pertengahan yang menurut para ahli evolusi ini ada, telah ditemukan.

APA YANG TERJADI SEPANJANG 
PERIODE KAMBRIUM?
Fosil-fosil makhluk hidup paling tua berasal dari waktu yang dikenal sebagai periode Kambrium, sekitar 500 juta tahun lalu. Makhluk-makhluk yang hidup sepanjang periode Kambrium juga membuktikan bahwa teori evolusi benar-benar keliru. Bagaimana bisa demikian?
Makhluk-makhluk ini muncul tiba-tiba sepanjang periode Kambrium. Sebelumnya, tak ada makhluk hidup yang ada di planet ini. Fakta bahwa makhluk-makhluk ini muncul tidak dari mana-mana dan semuanya secara tiba-tiba adalah bukti bahwa Allah menciptakan mereka dengan seketika. Jika teori yang diusulkan oleh para pakar evolusi itu benar, maka makhluk-makhluk ini mestinya tumbuh pelahan dari nenek moyang yang lebih sederhana. Jelas-jelas tidak ada jejak dari organisme semacam itu dalam rekaman-rekaman fosil. Fosil-fosil memperlihatkan bahwa makhluk-makhluk ini—seperti makhluk hidup lainnya—muncul tiba-tiba sepanjang periode Kambrium, dengan ciri-ciri mereka seutuhnya, tetapi tanpa nenek moyang evolusioner tempat asal mereka berkembang. Ini merupakan bukti paling nyata bahwa Allah telah menciptakan mereka.
Misalnya, ada makhluk yang disebut trilobita yang hidup sepanjang periode Kambrium, kendati kita tidak bisa lagi melihatnya karena sudah punah. Trilobita memiliki mata yang sangat rumit, tapi sempurna. Mata ini dibuat dari ratusan sel berbentuk sarang lebah, yang memungkinkan trilobita melihat dengan jelas. Jelas bahwa makhluk hidup dengan karakteristik yang luarbiasa seperti ini tidak mungkin muncul secara spontan berkat bantuan sesuatu yang sifatnya kebetulan saja. 

KEKELIRUAN PERUBAHAN IKAN MENJADI 
BINATANG MELATA (REPTILIA)
Para ahli evolusi mengatakan bahwa reptilia berkembang dari ikan. Menurut mereka, suatu hari, ketika makanan di lautan menjadi sedikit, ikan memutuskan untuk mencari makanan di darat, dan ketika mereka berada di daratan, mereka berubah menjadi reptil-reptil agar mampu bertahan hidup di darat. Seperti dapat kalian saksikan, ini merupakan gagasan yang absurd, karena setiap orang tahu apa yang akan terjadi pada ikan jika mereka muncul ke daratan: Ikan-ikan itu akan mati!
Pernahkah kalian memancing? Coba pikirkan! Apa yang akan terjadi jika seekor ikan mengambil umpan, dan terkait pada joranmu, dan kalian menyelamatkannya, membawanya pulang ke rumah, agar bisa beristirahat di kebun belakang? Seperti yang baru saja kita katakan, ikan itu akan mati. Kalau kalian pergi memancing lagi, dan kali ini membawa pulang banyak ikan, lalu membawa mereka semua ke kebun belakangmu, maka, apa yang akan terjadi? Hal yang sama: ikan-ikan itu akan mati semuanya!
Biarpun begitu, para ahli evolusi menolak menyetujui. Mereka bilang, salah satu dari ikan di kebun belakangmu tiba-tiba mulai berubah ketika sedang sekarat, dan berubah menjadi seekor reptil, dan terus hidup! Ini benar-benar tidak mungkin!
Semua itu tidak mungkin karena ada begitu banyak perbedaan antara ikan dan makhluk-makhluk daratan, dan seluruh perubahan ini tidak dapat terjadi begitu saja secara kebetulan, dengan tiba-tiba. Mari kita urutkan daftar beberapa hal yang diperlukan ikan agar bisa bertahan di daratan: 
1. Ikan menggunakan insang untuk bernapas di air. Namun, ikan di darat tidak dapat bernapas tanpa insangnya, karena itu mereka akan mati jika meninggalkan air. Ikan akan membutuhkan paru-paru untuk bernapas di darat. Mari kita andaikan bahwa ikan memutuskan untuk meninggalkan air dan tinggal di daratan kering: dari mana ia akan mendapatkan paru-parunya? Lebih dari itu, ikan bahkan tak tahu apa itu paru-paru! 
2. Ikan tidak memiliki sistem ginjal seperti kita, namun mereka akan membutuhkannya untuk hidup di darat. Jika ikan memutuskan untuk pindah ke daratan kering, jelas bahwa ikan tidak akan mampu menemukan ginjal untuk dirinya sendiri, di manapun. 
3. Ikan tidak punya kaki, itulah sebabnya mereka tidak dapat berjalan ketika mencapai pantai. Lalu, bagaimana ikan pertama yang memutuskan untuk muncul ke daratan akan menemukan kaki untuk dirinya sendiri? Mengingat ini tidak mungkin, jelas bahwa para penganut teori evolusi juga keliru soal yang satu ini.
Itulah tiga dari ratusan hal yang mesti dimiliki ikan agar bisa bertahan hidup di daratan.

Tentang Ikan yang Disebut Coelacanth
Selama bertahun-tahun, para ahli evolusi kerap menggambarkan ikan yang disebut “coelacanth” sebagai bentuk peralihan yang nyaris mencapai daratan. Dalam semua buku dan majalah, para penganut teori evolusi menggambarkan ikan ini sebagai bukti teori mereka. Mereka berpikir bahwa coelacanth sudah ada sejak lama, sebelum akhirnya punah. Itulah sebabnya mengapa mereka menyusun serangkaian kisah palsu ketika meneliti fosil-fosil ikan ini. 
Kemudian, hanya beberapa tahun silam, seorang nelayan menangkap seekor coelacanth di jaringnya. Sejak itu, banyak ikan sejenis tertangkap. Menjadi jelas bahwa coelacanth itu hanya ikan biasa. Lebih dari itu, coelacanth tidak pernah bersiap-siap untuk hidup di darat, seperti dinyatakan oleh para penganut teori evolusi. Ahli-ahli evolusi itu mengatakan, “Ikan ini tinggal di air yang sangat dangkal, karena itu ia siap untuk pergi ke daratan.” Pada kenyataannya, coelacanth tinggal dalam air yang sangat dalam. Ikan itu bukanlah bentuk peralihan seperti yang diinginkan para evolusi akan kita yakini. Coelacanth adalah ikan yang nyata. Masih banyak lagi gagasan-gagasan palsu para penganut teori evolusi yang sejak itu lalu terbongkar!

TIDAK BENAR BURUNG-BURUNG 
BEREVOLUSI DARI REPTILIA 
Pernyataan keliru lain yang dibuat oleh para ahli evolusi adalah tentang bagaimana burung muncul di dunia ini.
Kisah panjang mereka adalah bahwa reptilia yang hidup di pepohonan mulai melompat dari satu pohon ke pohon lainnya, dan ketika mereka melompat, mereka menumbuhkan sayap. Namun ada kisah panjang lain ketika sejumlah reptil mencoba untuk menangkap serangga-serangga terbiasa untuk berlari dan mengepakkan tangan. Maka, lengan merekapun berubah menjadi sayap. 
Membayangkan dinosaurus menumbuhkan sayap sembari berlari, tidakkah ini ganjil dan menggelikan? Hal-hal seperti ini hanya terjadi dalam kisah-kisah atau kartun-kartun saja.
Malah ada hal yang lebih penting. Para penganut teori evolusi mengatakan bahwa dinosaurus besar menumbuhkan sayapnya ketika mencoba menangkap serangga. Lalu, bagaimana serangga itu sendiri mampu terbang di udara? Darimana sayap-sayapnya muncul? Ketika mereka mencoba untuk menjelaskan bagaimana seekor dinosaurus raksasa dapat terbang, bukankah semestinya mereka menjelaskan terlebih dahulu bagaimana seekor serangga kecil mampu melakukannya? Tentu saja mereka harus melakukannya.
Namun inilah titik yang tidak pernah dapat dijelaskan oleh para ahli evolusi. Serangga adalah salah satu dari makhluk terbang terbaik di bumi. Serangga dapat mengepakkan sayap 500 sampai 1000 kali per detik. Seperti kalian ketahui, serangga dapat bermanuver di udara dengan mudah. Tak peduli berapa banyak kisah yang dapat dituturkan para ahli evolusi, para pakar ini masih belum dapat menjelaskan bagaimana sayap-sayap burung muncul. Kebenarannya begiini: Allah telah menciptakan sayap-sayap burung dan serangga, bersamaan dengan kemampuan mereka untuk terbang. 
Archaeopteryx, yang disebut oleh para ahli evolusi sebagai suatu bentuk peralihan, pada kenyataannya adalah burung yang sudah berbentuk sempurna!
Biarkan kami berikan padamu beberapa perbedaan di antara binatang melata (reptil) dan burung.
1. Burung punya sayap, tapi reptil tidak memilikinya.
2. Burung punya bulu, reptil bersisik.
3. Burung punya sistem tengkorak yang unik, dan tulang mereka berlubang di tengahnya. Ini membuat mereka lebih ringan dan memudahkan mereka untuk terbang.
Semua itu hanyalah beberapa perbedaan yang segera terlihat. Terdapat berbagai perbedaan lain di antara makhluk-makhluk ini.
Jika satu spesies reptil telah berubah menjadi burung, mestinya ada banyak makhluk yang hidup di antara reptil dan burung, yang memperlihatkan tahap-tahap perubahan ini.
Para pemburu fosil seharusnya mampu setidaknya menemukan satu di antara fosil-fosil ini. Yaitu, mestinya ada makhluk-makhluk bersayap setengah, dengan badan setengah berbulu dan setengah bersisik, dengan mulut setengah paruh. Fosil-fosil mereka semestinya telah ditemukan, namun tak ada binatang semacam itu pernah ditemukan di antara begitu banyak fosil di bumi. Fosil-fosil yang ditemukan tergolong pada reptil sempurna, atau burung sempurna. Ini berarti, burung tidak berevolusi dari reptil. Allah menciptakan burung-burung, persis seperti Ia telah menciptakan semua makhluk hidup lainnya.
Tetapi, karena para ahli evolusi tidak ingin menerima ini, mereka mencoba untuk meyakinkan orang bahwa apa yang mereka katakan itu benar, dengan menciptakan kisah-kisah. Mereka menemukan fosil seekor burung yang disebut Archaeopteryx, yang hidup kurang lebih 150 juta tahun lalu. Ahli-ahli tersebut mengklaim bahwa burung ini merupakan bentuk peralihan dari dinosaurus dan burung. Namun, mengatakan bahwa Archaeopteryx adalah leluhur burung-burung, benar-benar tidak masuk akal. 
Archaeopteryx adalah burung yang betul-betul sempurna!
Karena:
1. Archaeopteryx memiliki bulu, seperti burung-burung kita saat ini.
2. Archaeopteryx memiliki tulang dada yang sama, yang padanya sayap burung tersambung, seperti burung-burung terbang lainnya.
3. Archaeopteryx tidak mungkin merupakan leluhur semua burung, karena fosil-fosil burung yang lebih tua dari Archaeopteryx sudah ditemukan.

KISAH PANJANG EVOLUSI MANUSIA 
Para ahli evolusi menyatakan bahwa manusia berevolusi dari kera, dan bahwa kera, karena itu, merupakan leluhur-leluhur kita. Baik Darwin maupun ahli-ahli evolusi lainnya tidak pernah memiliki bukti untuk mendukung klaim itu, yang sepenuhnya hanya rekaan belaka.
Pada kenyataannya, salah satu alasan mengapa teori evolusi terpikirkan di tempat pertama adalah untuk membuat manusia melupakan bahwa Allah telah menciptakan mereka. Jika orang percaya bahwa mereka muncul ke dunia secara kebetulan, dan bahwa leluhur-leluhur mereka adalah binatang, maka mereka tidak akan merasa memiliki tanggungjawab terhadap Allah. Pada gilirannya kelak, hal ini menyebabkan mereka melupakan semua nilai-nilai agamanya dan menjadi egois. Orang-orang yang egois kehilangan perasaan-perasaan yang baik seperti cinta pada masyarakat dan keluarga mereka. Kalian lihat, para ahli evolusi mencoba untuk mengarahkan orang pada perasaan-perasaan semacam itu. Itulah sebabnya mengapa mereka mencoba untuk menyebarluaskan teori evolusi. Tujuan mereka adalah membuat orang melupakan Allah, sehingga, kepada setiap orang, mereka berkata, “Allah tidak menciptakan dirimu. Kamu diturunkan dari kera, dengan kata lain, kamu adalah binatang yang maju.”
Sesungguhnya, Allah menciptakan umat manusia. Dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya, manusia adalah satu-satunya makhluk yang dapat berbicara, berpikir, bergembira dan mengambil keputusan, cerdas, dapat membangun peradaban dan berkomunikasi pada level yang tinggi. Allah-lah Pemberi ciri-ciri ini pada umat manusia. 

Para Ahli Evolusi Tidak Dapat Menawarkan Bukti 
Apapun Bahwa Umat Manusia Berasal dari Kera
Dalam bidang sains, penting sekali menghasilkan “bukti.” Ketika kalian menyusun sebuah klaim atau teori, dan jika kalian ingin orang lain mempercayainya, maka kalian harus memperlihatkan sejumlah bukti. Misalnya, jika kalian memperkenalkan diri pada seseorang dan berkata, “Namaku Umar” dan orang itu mengatakan, “Aku tidak percaya bahwa namamu adalah Umar,” maka, dalam kasus tersebut, kalian harus memiliki sejumlah bukti bahwa namamu sesungguhnya adalah Umar. Apa yang bisa menjadi bukti dirimu? Sebuah KTP dapat menghadirkan bukti, atau akte kelahiran, atau paspor, atau mungkin kartu rapor sekolahmu. Jika kalian perlihatkan salah satu dari bukti ini pada orang itu, ia akan percaya padamu.
Sekarang, biarkan kami memberimu sebuah contoh ilmiah. Ada seorang ilmuwan bernama Isaac Newton yang hidup di abad delapanbelas, dan disebutkan telah menemukan daya tarik bumi (gravitasi). Ketika orang bertanya padanya apa yang membuatnya begitu yakin, ia menjawab, “Ketika sebuah apel jatuh dari sebatang pohon, apel itu jatuh ke tanah. Tidak menggantung di udara.” Itu berarti ada kekuatan atau gaya yang mendorong apel ke tanah, suatu gaya yang disebutnya “gravitasi”.
Karena itu, para ahli evolusi harus memperlihatkan sejumlah bukti untuk membuat teori mereka meyakinkan. Misalnya, teori evolusi menyatakan bahwa orang-orang berasal kera. Kita, karenanya, perlu bertanya pada mereka: Dari mana Anda dapatkan gagasan ini, dan di mana buktinya? 
Jika leluhur manusia memang benar-benar kera, kita semestinya berharap menemukan fosil-fosil setengah manusia-setengah kera untuk menegaskannya. Namun, fosil semacam itu belum pernah ditemukan. Kita hanya menemukan fosil-fosil manusia atau kera. Ini berarti bahwa para ahli evolusi jelas belum punya bukti bahwa kera adalah leluhur manusia.
Namun, para pakar ini masih mencoba untuk menyesatkan orang dengan teori-teori mereka.

Beberapa Tipuan Para 
Penganut Teori Evolusi:
1. Para penganut evolusi membicarakan fosil-fosil spesies kera yang telah punah, seakan-akan jenis kera itu termasuk dalam makhluk setengah manusia-setengah kera. 
Pasti kalian pernah melihat gambar seperti di atas di suatu tempat. Para pakar evolusi menggunakannya untuk menipu orang-orang. Sebenarnya, makhluk seperti itu tidak pernah ada. Di masa lalu, terdapat manusia dan keras, persis seperti sekarang. Kedua kelompok itu, dulu maupun sekarang, sepenuhnya terpisah dan tidak berhubungan satu sama lain. Tak satupun makhluk setengah kera-setengah manusia seperti terlihat dalam gambar-gambar halaman sebelum ini, yang pernah hidup di muka bumi. Hal itu tidak akan pernah terjadi. Seperti telah kami nyatakan sebelumnya, tak satu fosilpun ditemukan untuk membuktikan klaim tersebut. 
Namun, para ahli evolusi terus-menerus mencoba tipuan-tipuan baru pada topik ini. Misalnya, ketika menangani sebuah fosil dari suatu spesies kera yang sudah punah, mereka mengklaimnya seolah benar-benar tergolong dalam makhluk yang terletak di antara peralihan kera dan manusia. Karena orang-orang tidak memiliki informasi memadai menyangkut topik ini, mereka cenderung mempercayai apa yang dikatakan oleh para penganut teori evolusi.
2. Para penganut evolusi memperlakukan fosil-fosil manusia dari ras-ras yang berbeda seakan mereka benar-benar makhluk setengah kera-setengah manusia.
Seperti kita ketahui, terdapat berbagai kelompok etnis di dunia: Afrika, China, Pribumi Amerika, Turki, Eropa, Arab, dan banyak lainnya. Jelas, orang-orang yang termasuk pada kelompok etnik yang berbeda terkadang memiliki ciri-ciri yang berbeda. Misalnya, orang-orang Cina memiliki mata berbentuk almond, dan beberapa orang Afrika berkulit sangat gelap dengan rambut yang sangat keriting. Ketika kalian melihat seorang Pribumi Amerika, atau seorang Eskimo, kalian akan segera mengetahui bahwa mereka tergolong pada kelompok etnis yang berbeda. Di masa lalu, ada banyak kelompok etnis lainnya, dan beberapa ciri mereka mungkin berbeda dari orang-orang di masa sekarang ini. Misalnya, tengkorak orang-orang ras Neanderthal lebih besar daripada tengkorak orang-orang yang hidup hari ini. Otot-otot mereka juga lebih kuat daripada kita.
Kendati demikian, para penganut Teori Evolusi menggunakan perbedaan-perbedaan antarras ini sebagai cara untuk menipu orang lain. Misalnya, ketika menemukan tengkorak seorang Neanderthal, mereka mengatakan, “Ini adalah tengkorak leluhur manusia yang hidup sepuluh ribu tahun silam.” Terkadang, tulang-tulang yang ditemukan lebih kecil dibanding rata-rata ukuran tulang manusia sekarang ini. Dengan menunjukkan fosil tengkorak semacam itu, para pakar evolusi akan mengatakan, “Pemilik tengkorak ini berada pada titik perubahan dari seekor kera menjadi manusia.”
Pada kenyataannya, bahkan hingga hari ini, masih terdapat anggota suatu kelompok etnis yang memiliki tengkorak berukuran lebih kecil daripada ukuran rata-rata. Misalnya, volume tengkorak Pribumi Australia (orang-orang Aborijin) benar-benar kecil, tapi ini tidak berarti bahwa mereka adalah makhluk setengah kera-setengah manusia. Mereka adalah manusia normal, seperti kalian dan manusia lainnya.
Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa fosil-fosil yang dilukiskan oleh para pakar evolusi sebagai bukti evolusi manusia dari kera, sebenarnya tergolong dalam spesies kera awal atau ras manusia yang kini telah punah. Ini berarti, makhluk-makhluk setengah manusia-setengah kera tersebut tidak pernah ada.

PERBEDAAN TERBESAR
Perbedaan terbesar antara kera dan manusia adalah bahwa manusia memiliki jiwa, sementara kera tidak memilikinya. Manusia memiliki kesadaran: mereka berpikir, bicara, dan menyampaikan pemikiran-pemikirannya pada orang lain dalam kalimat-kalimat rasional, membuat keputusan-keputusan, merasakan, mengembangkan selera-selera, mengetahui tentang seni, lukisan, membuat lagu-lagu, menyanyi, dan penuh dengan cinta serta nilai-nilai moral. Semua kemampuan ini unik sifatnya bagi jiwa manusia. Hanya manusialah yang memiliki ciri-ciri unik ini. Para pakar evolusi tidak mampu menjawab pertanyaan ini. Guna menyamai manusia, seekor kera harus melewati banyak perubahan fisik dan kecakapan unik bagi manusia. Adakah kekuatan alam lain yang dapat memberikan kemampuan seperti melukis, berpikir, atau menyusun komposisi pada kera? Jelas tidak! Hanya manusia yang diciptakan Allah dengan kemampuan seperti itu, dan Ia tidak memberikan salah satu dari kecakapan tersebut pada binatang. Seperti telah kita lihat, tidaklah mungkin bagi kera untuk berubah manjadi manusia. Manusia sudah menjadi manusia sejak hari mereka diciptakan. Ikan akan selalu menjadi ikan, dan burung-burung senantiasa menjadi burung. Tidak ada makhluk yang merupakan leluhur dari makhluk lainnya. Allah adalah Pencipta umat manusia dan semua makhluk hidup lainnya. Alasan yang diklaim oleh para penganut Teori Evolusi tentang manusia yang diturunkan dari kera adalah kemiripan fisik di antara keduanya. Tetapi, banyak terdapat makhluk lain di Bumi yang malah lebih menyerupai manusia. Kucing dan anjing menyimak dan mengikuti perintah, seperti manusia. Apa yang kalian pikirkan jika seseorang mengatakan bahwa manusia diturunkan dari anjing, burung beo, atau gurita? Kalian lihat, tak ada perbedaan antara gagasan ini dan kisah-kisah yang direka oleh para penganut teori evolusi.

ALLAH ADALAH PENCIPTA SEMUANYA
Tuhan kita adalah Yang meletakkan milyaran potongan informasi ke tempat yang begitu kecil,sehingga kita bahkan tidak dapat melihat tanpa peralatan khusus.
Allah adalah Yang telah menciptakan kita, mata kita, rambut kita, dan kaki kita.
Ia juga Pencipta keluarga kita, orangtua, saudara lelaki dan perempuan, teman-teman dan guru.
Allah adalah Pencipta makanan yang kita sukai, selai, sereal dan pasta, juga buah-buahan dan sayuran yang membuat kita sehat dan kuat. Jika Allah tidak menciptakannya, kita tidak akan pernah mengetahui bagaimana rasa stroberi.
Allah juga telah memberikan kita indera pengecap dan pencium. Jika ia tidak memberikan kita kemampuan-kemampuan ini, kita tidak akan dapat mengecap rasa bahan-bahan yang kita makan. Hal yang sama juga terjadi—apakah kita makan kentang atau kue. Allah tidak sekadar menciptakan makanan-makanan yang lezat dan berbau sedap, Ia juga memberikan kita kemampuan-kemampuan yang memungkinkan kita menikmatinya.
Ada beberapa hal yang kalian sukai. Kalian menikmati dan memikirkannya sebagai kesenangan. Hal Misalnya, makanan penutup yang kalian santap dengan nikmat, sebuah permainan yang kalian nikmati permainannya, atau pergi bersama orang-orang yang kalian cintai. Apapun itu, kalian tidak boleh melupakan bahwa Allah-lah Yang memungkinkan kalian untuk menikmati hal-hal semacam itu.
Karena Allah penuh belas kasih pada kalian, Ia selalu memberi kalian benda-benda yang indah dan menyenangkan. 
Sebagai permulaan, ada saat di mana kalian tidak ada. Pikirkanlah, kalian tidak ada sebelum dikandung Ibu. Kalian tiada. Allah menciptakanmu. Ia membuatmu dari ketiadaan.
Karena itu, kita harus bersyukur pada Allah untuk setiap momen kehidupan kita. Dalam segala hal yang kita nikmati, dan kita cintai, kita harus mengingat Allah, dan berkata, “O Allah, selamanya aku bersyukur padaMu atas segala rahmatMu.” Jika kita mendapatkan diri berada dalam situasi yang tidak kita sukai, kita semestinya berdoa lagi pada Allah, karena Ialah satu-satuNya yang dapat mengatasi keadaan.
Allah senantiasa mendengar doa-doa kita dan menanggapinya. Allah mengetahui apa yang kita pikirkan di kedalaman hati kita; Ia mendengar dan menjawab setiap doa.
Apa yang harus kita lakukan adalah mempersembahkan rasa terimakasih bahagia kita kepada Tuhan kita yang telah menciptakan kita, dunia, dan seluruh rahmat yang dikandungnya. Dengan mengetahui bahwa Allah senantiasa bersama kita, bahwa Ia melihat dan mendengarkan kita setiap saat, maka kita harus senantiasa berada dalam perilaku terbaik kita. 



Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami 
ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; 
sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui 
(Surat Al Baqarah: 32)




Anak-anak! Apakah yang kalian ketahui tentang rayap, makhluk-makhluk pekerja keras yang menyerupai semut? Tahukah kalian bahwa kupu-kupu, dengan sayap yang begitu indah, bermula dari ulat-ulat mungil, dan akhirnya muncul dari kepompong?
Tahukah kalian bagaimana burung pelatuk menyembunyikan biji-biji ek dalam lubang-lubang pohon, bagaimana kunang-kunang tidak terbakar oleh cahaya yang mereka pancarkan, bagaimana katak-katak menyamarkan diri untuk bersembunyi dari musuh-musuhnya, atau bagaimana anjing laut tidak membeku dalam samudera es ...?
Cerita-cerita yang kalian baca dalam buku ini akan memberikan begitu banyak fakta tentang hal itu, juga hal-hal lain yang memesona. Ketika kalian baca cerita-cerita ini, kalian akan berpikir dengan seksama tentang binatang-binatang yang ada di dalam buku ini, dan melihat bagaimana Allah telah menciptakan mereka tanpa kesalahan sedikitpun.

WHY ARE WE MUST GET MARRIED???

MENGAPA SETIAP MANUSIA HARUS MENIKAH???

Berikut beberapa alasan mengapa harus menikah, semoga bisa memotivasi kaum muslimin untuk memeriahkan dunia dengan nikah.

1. Melengkapi agamanya
“Barang siapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi. (HR. Thabrani dan Hakim).

2. Menjaga kehormatan diri
“Wahai para pemuda! Barang siapa diantara kalian berkemampuan untuk nikah, maka nikahlah, karena nikah itu lebih mudah menundukkan pandangan dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barang siapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa, karena puasa itu dapat membentengi dirinya. (HSR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasaiy, Darimi, Ibnu Jarud dan Baihaqi).

3. Senda guraunya suami-istri bukanlah perbuatan sia-sia
“Segala sesuatu yang di dalamnya tidak mengandung dzikrullah merupakan perbuatan sia-sia, senda gurau, dan permainan, kecuali empat (perkara), yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang.” (Buku Adab Az Zifaf Al Albani hal 245; Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah no. 309).

Hidup berkeluarga merupakan ladang meraih pahala
4. Bersetubuh dengan istri termasuk sedekah
Pernah ada beberapa shahabat Nabi SAW berkata kepada beliau, “Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah memborong pahala. Mereka bisa shalat sebagaimana kami shalat; mereka bisa berpuasa sebagaimana kami berpuasa; bahkan mereka bisa bersedekah dengan kelebihan harta mereka.” Beliau bersabda, “Bukankah Allah telah memberikan kepada kalian sesuatu yang bisa kalian sedekahkan? Pada tiap-tiap ucapan tasbih terdapat sedekah; (pada tiap-tiap ucapan takbir terdapat sedekah; pada tiap-tiap ucapan tahlil terdapat sedekah; pada tiap-tiap ucapan tahmid terdapat sedekah); memerintahkan perbuatan baik adalah sedekah; mencegah perbuatan munkar adalah sedekah; dan kalian bersetubuh dengan istri pun sedekah.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, kok bisa salah seorang dari kami melampiaskan syahwatnya akan mendapatkan pahala?” Beliau menjawab, “Bagaimana menurut kalian bila nafsu syahwatnya itu dia salurkan pada tempat yang haram, apakah dia akan mendapatkan dosa dengan sebab perbuatannya itu?” (Mereka menjawab, “Ya, tentu.” Beliau bersabda,) “Demikian pula bila dia salurkan syahwatnya itu pada tempat yang halal, dia pun akan mendapatkan pahala.” (Beliau kemudian menyebutkan beberapa hal lagi yang beliau padankan masing-masingnya dengan sebuah sedekah, lalu beliau bersabda, “Semua itu bisa digantikan cukup dengan shalat dua raka’at Dhuha.”) (Buku Adab Az Zifaf Al Albani hal 125).

5. Adanya saling nasehat-menasehati

6. Bisa mendakwahi orang yang dicintai

7. Pahala memberi contoh yang baik
“Siapa saja yang pertama memberi contoh perilaku yang baik dalam Islam, maka ia mendapatkan pahala kebaikannya dan mendapatkan pahala orang-orang yang meniru perbuatannya itu tanpa dikurangi sedikit pun. Dan barang siapa yang pertama memberi contoh perilaku jelek dalam Islam, maka ia mendapatkan dosa kejahatan itu dan mendapatkan dosa orang yang meniru perbuatannya tanpa dikurangi sedikit pun.” (HR. Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Orang yang pertama kali melakukan kebaikan atau kejahatan.)

Bagaimana menurut Anda bila ada seorang kepala keluarga yang memberi contoh perbuatan yang baik bagi keluarganya dan ditiru oleh istri dan anak-anaknya? Demikian juga sebaliknya bila seorang kepala keluarga memberi contoh yang jelek bagi keluarganya?

8. Seorang suami memberikan nafkah, makan, minum, dan pakaian kepada istrinya dan keluarganya akan terhitung sedekah yang paling utama. Dan akan diganti oleh Allah, ini janji Allah.
Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata: Rasulullah SAW, bersabda: “Satu dinar yang kamu nafkahkan di jalan Allah, satu dinar yang kamu nafkahkan untuk memerdekakan budak, satu dinar yang kamu berikan kepada orang miskin dan satu dinar yang kamu nafkahkan kepada keluargamu, maka yang paling besar pahalanya yaitu satu dinar yang kamu nafkahkan kepada keluargamu.” (HR Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Memberi nafkah terhadap keluarga).

Dari Abu Abdullah (Abu Abdurrahman) Tsauban bin Bujdud., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Dinar yang paling utama adalah dinar yang dinafkahkan seseorang kepada keluarganya, dinar yang dinafkahkan untuk kendaraan di jalan Allah, dan dinar yang dinafkahkan untuk membantu teman seperjuangan di jalan Allah.” (HR. Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Memberi nafkah terhadap keluarga).

Seorang suami lebih utama menafkahkan hartanya kepada keluarganya daripada kepada yang lain karena beberapa alasan, diantaranya adalah nafkahnya kepada keluarganya adalah kewajiban dia, dan nafkah itu akan menimbulkan kecintaan kepadanya.

Muawiyah bin Haidah RA., pernah bertanya kepada Rasulullah SAW: ‘Wahai Rasulullah, apa hak istri terhadap salah seorang di antara kami?” Beliau menjawab dengan bersabda, “Berilah makan bila kamu makan dan berilah pakaian bila kamu berpakaian. Janganlah kamu menjelekkan wajahnya, janganlah kamu memukulnya, dan janganlah kamu memisahkannya kecuali di dalam rumah. Bagaimana kamu akan berbuat begitu terhadapnya, sementara sebagian dari kamu telah bergaul dengan mereka, kecuali kalau hal itu telah dihalalkan terhadap mereka.” (Adab Az Zifaf Syaikh Albani hal 249).

Dari Sa’ad bin Abi Waqqash RA., dalam hadits yang panjang yang kami tulis pada bab niat, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda kepadanya: “Sesungguhnya apa saja yang kamu nafkahkan dengan maksud kamu mencari keridhaan Allah, niscaya kamu akan diberi pahala sampai apa saja yang kamu sediakan untuk istrimu.” (HR. Bukhari dan Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Memberi nafkah terhadap keluarga)

Dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash ra., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Seseorang cukup dianggap berdosa apabila ia menyianyiaka orang yang harus diberi belanja.” (HR. Bukhari dan Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Memberi nafkah terhadap keluarga).

Dan akan diganti oleh Allah, ini janji Allah

“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan maka Allah akan menggantinya.” (Saba’: 39).

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata: Nabi SAW bersabda: “Setiap pagi ada dua malaikat yang datang kepada seseorang, yang satu berdoa: “Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang menafkahkan hartanya.” Dan yang lain berdoa: “Ya Allah, binasakanlah harta orang yang kikir.” (HR. Bukhari dan Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Memberi nafkah terhadap keluarga).


9. Seorang pria yang menikahi janda yang mempunyai anak, berarti ikut memelihara anak yatim


Janji Allah berupa pertolongan-Nya bagi mereka yang menikah.
1. Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (An Nur: 32)
2. Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160)

[Kontributor : Chandraleka, 06 Desember 2004 ]